UU Arsitek Babak Baru Dunia Arsitek Indonesia

Big Banner

Arsitek Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya Undang- Undang (UU) Arsitek yang baru saja diresmikan melalui Rapat Pari purna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pertengahan Juli lalu (11/7).

UU Arsitek sudah dirintis sejak tahun 2002, dan tiga kali masuk Prolegnas (tahun 2004. 2009, dan 2014), hingga akhirnya baru bisa disahkan pada pertengan tahun 2017.

UU Arsitek juga menjadi angin segar. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan adanya UU tersebut, memberi legalitas secara hukum bagi para arsitek. “Mudah-mudahan dengan adanya UU ini, arsitek akan lebih pede (percaya diri) untuk bersaing di tingkatan regional maupun global,” ujar Basuki.

Selain itu, kata Basuki, UU ini dapa megayomi profesi arsitek dan karya-karya arsitektur yang dihasilkan, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Pasalnya, Indonesia adalah satu-satunya negara yang belum memiliki UU tentang Arsitek se-ASEAN.

Implikasi yang pertama, imbuh Djuhara, yang akan timbul adalah meningkatnya daya saing arsitek Indonesia di percaturan arsitektur regional maupun global. Dengan adanya UU Arsitek ini negara hadir dan menjadi penjamin bagi arsitek Indonesia yang berpraktik di dalam maupun di luar negeri.

UU ini juga katanya lagi mengatur tata laku praktik arsitek asing di Indonesia agar terjadi persaingan yang sehat di antara arsitek Indonesia dan arsitek asing. UU Arsitek ini, menurutnya, menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara Asia lain yang telah lebih dulu memiliki UU Arsitek yang lebih kuat.

“Kenapa arsitek Indonesia kalah terus oleh asing karena tak ada undang-undangnya. Di sini arsitek asing bisa beroperasi. Sementara kami kalah tender karena tidak punya legalitas,” ujarnya. Dilanjutkan Djuhara, “UU Arsitek Indonesia selanjutnya akan menjadi acuan untuk berhubungan dengan negara lain seperti pengaturan Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Architectural Services Asean dan Central Product Classifi cation (CPC) 8671 dari PBB.”

Arsitek asing harus kolaborasi dengan lokal (Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me