Setelah Jadi Presiden pun, Halimah Tetap Pengin Tinggal di Rusun

Big Banner
Istana kepresidenan Singapura, di sinilah Presiden Singapura Halimah Yakob akan berkantor. Foto: www.atlantis-lodge.com

 

Jangan kira tinggal di rumah susun (rusun) itu hanya untuk kalangan masyarakat bawah lho. Di Singapura, Presidennya yang baru, Halimah Yacob (63), berkeinginan tetap tinggal di Rusun meskipun sudah jadi Presiden negara maju itu. Pelantikannya sebagai Presiden ke-8 Singapura dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Rabu (13/9/2017) malam.

Kalau membaca cerita perjalanan hidup presiden perempuan pertama di Negeri Singa ini, dari kecil dia memang sudah tinggal di Rusun. Perempuan kelahiran 23 Agustus di Queen Street, area Bugis ini ditinggal ayahnya saat berusia 8 tahun. Bersama keempat saudaranya, Halimah dibesarkan oleh sang ibu yang janda di sebuah Rusun alias apartemen berkamar hanya satu di Jalan Hindu, Singapura.

Tempat tinggal dan keluarga tentunya sangat membentuk karakter dan persiapan seseorang menjadi sosok di masa depan. Mengutip detiknews.com, Selasa (12/9/2017), sejak kecil Halimah harus bangun sebelum matahari terbit. Sebelum ke sekolah, Halimah membantu ibunya berjualan nasi padang di sebuah gerobak kecil dorong di Shenton Way. Setelah mengantongi izin, usaha ini kemudian berpindah ke Hawker.

Baca juga: CANTIKNYA SINGAPURA DARI KETINGGIAN 165 METER

Banyak hal dikerjakan Halimah kecil di rumah sepulang dari sekolah, antara lain mengelap meja dan mencuci piring. Setelah menjalani masa-masa sekolah, antara lain di Singapore Chinese Girl’s School dan Tanjong Katong Girl’s School, Halimah melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Singapura. Berkat kecerdasannya, dia mendapatkan beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore.

Selesai kuliah pada 1978, Halimah bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) di divisi hukum dan aktif memperjuangkan hak-hak pekerja. Lembaga NTUC menjadi tempat Halimah menaiki tangga karier politiknya hingga dipilih menjadi Deputi Sekretaris Jenderal, yakni posisi kedua terkuat di NTUC. Berkarier selama 30 tahun di NTUC membuat sosok Halimah sangat populer di kalangan buruh.

Halimah Yakob yang tetap ingin tinggal di rumah susun meski sudah jadi Presiden Singapura. Foto: Nuria Ling/TODAY SINGAPORE

Untuk kurun waktu 1999-2001, istri pengusaha Mohammed Abdullah Alhabshee ini tercatat sebagai orang Singapura pertama yang ada di lembaga buruh internasional (International Labour Organisation/ILO). Pada 2001, dia berkiprah di dunia politik dan terpilih sebagai anggota parlemen Singapura dari Partai Aksi Rakyat (People’s Action Party/PAP).

Halimah terpilih mewakili konstituensi Jurong. Tercatat sebagai wanita pertama yang menjadi anggota parlemen dari Suku Melayu. Ia kemudian ditunjuk menjadi anggota kabinet dengan posisi menteri muda di berbagai kementerian.

Baca juga: Tau Nggak Sih Kenapa Orang Tajir Indonesia Suka Beli Properti di Singapura?

Lanjut cerita, pada 2013, ibu dari 5 anak ini menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Parlemen (Group Representation Constituency) Singapura. lagi-lagi dia menjadi perempuan pertama yang dipercaya menduduki posisi itu.

Kemudian, pada 6 Agustus 2017 lalu dia ikut pemilihan Presiden Singapura. Setelah terpilih sebagai Presiden Singapura, Halimah berjanji akan melakukan yang terbaik bagi rakyat Singapura.

Mantan Ketua DPR Singapura ini kesohor sebagai sosok yang sederhana. Dia tetap tinggal di rusun di kawasan Yishun, di utara Singapura walau ketika itu dia sudah menjabat sebagai Ketua DPR. Setelah sekarang menjadi Presiden, Halimah melontarkan keinginannya untuk tetap tinggal di rumah susun, terkabulkah keinginannya itu? Kita lihat saja nanti!

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me