Beli Rumah Jangan Asal Nawar, Apalagi Nyasar!

Big Banner

 

Foto: Rumah123/iStock

Membeli rumah memang bukan hal sepele. Ga seperti beli barang lain yang kalau ga puas bisa ditukar, beli rumah kudu pintar dan jeli. Salah beli, risikonya tinggi, terutama bagi isi kantong kita. Jadi, sebelum beli, kenali dulu cara bernegosiasi dengan si penjual rumah.

Negosiasi transaksi jual beli rumah emang punya seni tersendiri. Nah, Supriyadi Amir dalam bukunya Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal terbitan Laskar Aksara, punya kiat bernegosiasi saat kita mau membeli rumah. Yuk, pelajari dan terapkan:

Ketahui harga pasar

Tentukan rumah yang akan kamu beli, pastikan dulu kamu sreg dengan harganya. Setelah mantap dengan harganya, ketahui harga pasaran rumah dengan tipe dan ukuran yang sama di kawasan tersebut, berikut kondisi rumahnya, agar kalkulasimu tidak meleset.

Baca juga: Saat Pasokan Hunian Berlebih, Penyewa Bisa Nego Harga Lho

Jangan baper

Lihat rumah yang ingin kamu beli itu secara obyektif. Jangan terlalu bawa-bawa perasaan semisal menunjukkan sangat suka pada rumah itu. Sekali kamu melibatkan emosi dalam bernegosiasi, maka harga rumah yang ditentukan sang pemilik tidak akan menguntungan kamu.

Bersiap kompromi

Tak ada negosiasi tanpa kompromi. Namun, dalam berkompromi usahakan agar kendali tetap di tanganmu. Bersikaplah fleksibel. Ajukan penawaran harga setelah kamu survei. Jangan tergoda untuk segera memberikan harga penawaranmu begitu kamu tertarik pada rumahnya. Manfaatkan tiga atau empat kali survei untuk analisis perhitungan, sekaligus tarik-ulur dengan si penjual.

Dasar penawaran dari cash flow

Setiap hendak menawar, kamu perlu menghitung potensi keuntungannya. Mulai dari perbandingan harga pasar, harga likuidasi, sampai harga transaksi. Dengan demikian, kamu bisa memperkirakan potensi cash back-nya. Selanjutnya, hitung potensi cash flow. Dari hasil perhitungan itulah kamu bisa ajukan penawaran yang layak.

Baca juga: Beli Rumah Baru, Jual yang Lama? Ada Caranya Biar Cepat Laku, Lho!

Tentukan batas maksimal penawaran

Persiapan sebelum bernegosiasi itu penting. Jadi, ketika negosiasi berlangsung, kamu sudah menentukan batas maksimal harga penawaran. Namun, jika penjual terlihat sulit menerima harga di bawah batas maksimalmu, sebaiknya negosiasi dihentikan supaya tidak buang-buang waktu.

Jangan sebut harga lebih dulu

Jangan pernah kamu menjadi pihak pertama yang menyebut harga. Biarkan si penjual menyebutkan harga jual dan berapa batas akhir penawarannya. Biasanya setelah itu penjual akan menanyakan harga yang kamu tawar.

Tawar lebih rendah

Ketika mengajukan penawaran, kamu berikan angka lebih rendah daripada harga transaksi yang diinginkan. Misalnya, ingin bertransaksi di angka akhir Rp1 miliar, maka ajukan penawaran pada kisaran Rp600 juta-Rp800 juta. Jadi, ada rentang Rp200 juta-Rp400 juta yang bisa kamu gunakan untuk bernegosiasi.

Baca juga: Rumah Rp100 Jutaan dengan Cara Bayar Super-Ringan, Waktunya Beli Rumah Nih!

Jangan mau dipengaruhi

Biasanya pengaruh akan muncul dari broker atau penjual saat pertama kali melihat rumah. Jika kamu ga punya pengetahuan lengkap mengenai properti, broker atau penjual akan mempengaruhi kamu. Di sinilah pentingnya waktu 3-4 hari sebelum mengajukan penawaran. Kamu jadi bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk mendapatkan informasi lengkap.

Meminta tenggat waktu

Setelah disepakati, masih ada negosiasi lanjutan berkaitan dengan jangka waktu pembayaran. Pembiayaan yang dibantu oleh bank membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Jadi, kamu harus meminta tenggang waktu lebih lama untuk proses pencairan tersebut. Biasanya, penjual akan memaklumi dan menerima permintaan tersebut.

Selamat bernegosiasi untuk mendapatkan harga rumah yang bagus!

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me