Pembeli Apartemen Makin Banyak Pakai KPA  

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Cara bayar pembelian apartemen berubah menyusul makin rendahnya bunga kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) dan persyaratan uang muka yang ditentukan Bank Indonesia (BI).

Foto : dok. Majalah Housing Estate

Foto : dok. Majalah Housing Estate

Untuk pembelian apartemen misalnya, umumnya konsumen selama ini memilih cara bayar tunai bertahap (installment) langsung ke rekening pengembang karena dinilai lebih praktis, tidak harus melengkapi tetek bengek persyaratan seperti bila mengambil KPA dari perbankan.

“Sekarang installment untuk pembelian apartemen itu mulai menurun penggunaannya. Kalau empat tahun lalu 63 persen konsumen apartemen menggunakan cara bayar tunai bertahap, 23 persen tunai keras (cash), dan KPA 16 persen, tahun ini komposisinya berubah menjadi installment 50 persen, cash 18 persen, dan KPA 32 persen,” kata Ferry Salanto, Associate Director Colliers International Indonesia (CII), sebuah perusahaaan riset dan manajemen properti, kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (14/9).

Lonjakan penggunaan KPA untuk pembelian apartemen itu, jelasnya, didorong pelonggaran ketentuan uang rasio muka kredit properti atau loan to value (LTV) oleh Bank Indonesia (BI), selain karena terus menurunnya bunga kredit yang membuat penggunaan KPA/KPR menjadi  lebih menarik.

Apalagi, pembelian dengan KPA juga lebih aman bagi konsumen karena pihak bank penyalur pembiayaan akan ikut menjamin dan mengawasi progres pembangunan proyek apartemennya. Ini berbeda dengan cara bayar tunai bertahap yang risiko wan prestasi dari developer seperti proyek terlambat dibangun atau bahkan tidak dibangun sepenuhnya ditanggung konsumen.

Untuk apartemen seharga di bawah Rp500 jutaan, sebagian besar konsumennya membeli dengan KPA. Sementara yang membeli secara tunai bertahap yang umumnya investor, jangka waktu installment-nya sekarang 4-5 tahun atau lebih panjang dibanding beberapa tahun lalu yang rata-rata hanya 2-3 tahun.

“Konsumen dari kalangan investor umumnya membeli apartemen menengah ke atas dan segmen ini sangat sensitif terhadap situasi politik dan perekonomian. Apartemen yang berada di kawasan mixed use (terpadu) atau superblok juga biasanya lebih dipilih segmen ini. Ke depan seiring tren berhuni di apartemen yang kian besar, pola pembayaran dengan KPA juga akan terus meningkat,” ujar Ferry.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me