The Noble Apartment Bangun Empat Menara Sekaligus

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – The Noble apartment di Bulevar Alam Sutera, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Banten), merupakan proyek apartemen yang dikembangkan PT Datzo Investama Group (DIG), salah satu perusahaan pengembang asal China. Dibangun di atas lahan 1,5 ha, proyek akan terdiri dari empat tower 35 lantai mencakup 1.812 unit hunian.

the-noble-apartment

Apartemen dipasarkan sejak awal tahun 2016 dan sempat terhenti karena terganjal perizinan. Padahal, saat itu 360 unit sudah terpesan. Akhirnya sebagian besar uang tanda jadi yang sudah disetorkan konsumen, dikembalikan oleh pengembang.

Menurut Vice Director DIG Ma Ruizhi, The Noble adalah proyek DGI pertama di luar China sehingga seluruh tahapan perizinan maupun pengembangannya dilakukan sangat hati-hati untuk membuktikan komitmen kepada konsumen.

“Makanya kami mengembalikan uang booking untuk menjaga kenyamanan konsumen. Sekarang seluruh tahapan perizinan sudah beres dan kami mulai memasarkan kembali proyek ini tower pertama Kent sebanyak 447 unit. Awal tahun depan pembangunannya dimulai sekaligus empat tower,” katanya saat temu media di kawasan Alam Sutera, Jumat (15/9).

Proyek ini, jelas Ruizhi, akan dibangun menggunakan dana dari Datzo Hongkong dan bukan dari duit konsumen. Tahap pertama investasi yang akan digelontorkan untuk memulai pembangunan proyek mencapai Rp600 miliar dari total  investasi Rp2 triliun untuk keseluruhan proyek. Targetnya pembangunan konstruksi gedung diselesaikan akhir 2019 dan serah terima setahun kemudian.

Tipe unitnya mulai dari studio seluas 31 m2 (semigross), 1 kamar (bed room/BR) 32-46 m2, 2 BR 54-89 m2, sampai 3 BR 95-124 m2 seharga Rp635 juta-2,1 miliar/unit. Konsumen cukup membayar booking fee Rp15 juta dan mulai mencicil saat proyek mulai dibangun dengan jangka waktu hingga 7 tahun. Bisa juga setelah booking fee dilanjutkan dengan kredit pemilikan apartemen (KPA) dari Bank Mandiri, Bank BTN, dan Maybank dengan proses akad yang dimulai saat ground breaking (pemancangan tiang pertama).

“Proyek ini menjadi pembuktian kami. Makanya kami kerjakan sendiri dan belum menggandeng partner lokal. Konsumen tidak perlu khawatir, karena funding proyek sudah disediakan 100 persen. Kami juga masih memiliki land bank masing-masing 1,5 hektar di tiga lokasi. Jadi, kami berbisnis di Indonesia untuk jangka panjang,” urai Ruizhi.

housing-estate.com