Trend Gaya Hidup di Yogya Mulai Beralih Ke Apartemen

Big Banner

Selain usaha kos-kosan, salah satu sub sektor yang mulai dilirik para pengembang dalam tiga tahun terakhir adalah apartemen. Gaya hidup praktis, sulitnya mencari lahan di tengah kota, pergerakan harga yang terus melonjak. Maka keberadaan apartemen alternatif hunian di tengah-tengah Kota Yogyakarta mulai dilirik.

Mayoritas konsumen yang dibidik pengembang apartemen di Jogja adalah para mahasiswa dan professional muda. Karena itu konsep hunian yang diusung lebih simple, namun lengkap dengan fasili tas pendukungnya, seperti sport centre, sistem keamanan 24 jam, wifi free dan beberapa sarana lainnya.

Harga yang dipasarkan mulai dari Rp300 juta sampai dengan diatas Rp800 juta dengan ukuran yang ditawarkan mulai dari 20 m2 sampai 50 m2. Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sleman, mencatat, pengajuan ijin pembangunan apartemen di kawasan tersebut terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir.

Jika pada 2012 hanya satu pengajuan, lalu 2013 ada tiga pengajuan, maka tahun 2014, meningkat sekitar 12 pengajuan dan tahun-tahun terakhir ini melinjak berlipat kali. Tak hanya itu, pergeseran pasar properti di Yogyakarta yang mulai mengarah pada rumah vertikal, secara tidak langsung berdampak pada kredit hunian yang meningkat, bahkan di atas rata-rata nasional.

Sebelumnya, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan, pergeseran tersebut menjadi salah satu penunjang bertumbuhnya kredit perumahan.

“Pergeseran itu sebenarnya tidak lepas dari tren kenaikan harga tanah yang dianggap sudah tidak masuk akal lagi,” ucapnya. Sepanjang 2015 – 2017 lebih dari 15 apartemen yang dibangun di Jogjakarta.

Dari jumlah tersebut, sebagian merupakan apartemen kelas menengah bawah, sementara sisanya menengah menengah dan menengah atas. Yang menarik, hampir semua apartemen dikembangkan oleh developer lokal Jogja, meski tidak mutlak.

Sekadar menyebut, Jogja Apartemen yang dikembangkan oleh PT. Surya Argon Jaya, Mataram City Apartemen yang dikembangkan oleh PT. Saraswantiland, Student Park Apartement yang dikembangkan oleh PT. Artha Jaya Sukses Makmur, de Royal Keraton oleh PT Anugerah Tri Artha – anak usaha Tata Artha Grup serta Taman Melati Yogyakarta oleh PT Adhi Persada Properti.

Apartemen Taman Melati Yogyakarta merupakan hunian vertikal milik BUMN pertama di Yogyakarta yang dikembangkan PT Adhi Persada Properti (APP)- anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Mengusung konsep modern minimalis, apartemen dengan nilai investasi sebesar Rp388 miliar ini dibangun di atas lahan seluas 4.785 m2 dan merangkum sebanyak 899 unit kamar.

Adapun, harga yang dipasarkan mulai dari Rp636 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 94% diantaranya telah habis terjual. Mulai dikembangkan pada April 2016 lalu, Taman Melati Yogyakarta saat ini telah melalui prosesi topping off, sementara serah terima direncanakan pada Maret 2018 mendatang.

Apartemen yang cukup membetot perhatian masyarakat saat ini adalah de Royal Keraton, proyek mixed use yang menghimpun apartemen dan hotel dalam satu lokasi di Jalan Bintaran Kidul Nomor 2 atau tepatnya di sebelah Timur Keraton Yogyakarta. Dikembangkan di atas lahan 4000 m2 (dari total luas 1 ha) De Royal Keraton menghimpun dua tower bangunan.

Ada 5 type unit yang ditawarkan, yaitu type Studio 1 sampai 3 dengan luas mulai dari 27 m2 – 32 m2, type 1bedroom (35 m2) serta 2bedroom (45 m2). Sementara, harga yang ditawarkan mulai dari Rp700 jutaan sampai Rp1,5 miliar. Setiap unit de Royal Keraton ditawarkan strata title dan fully furnished. Para konsumen juga dapat memilih view yang diinginkan berdasarkan empat arah, yaitu menghadap Utara (view merapi), Selatan (view sungai Kali Code), Barat (View Malioboro), serta Timur yang menghadap (hotel).

Adi Ardianto, Marketing Manager PT Adhi Persada Properti menuturkan, se bagai kota pelajar sekaligus kota tujuan pariwisata yang populer, potensi properti di Yogyakarta sangat bagus untuk ke depannya. Pasalnya, potensi properti Yogyakarta tidak hanya membidik end user, melainkan juga investor.

“Faktor inilah yang menjadi salah satu tujuan utama PT Adhi Persada Properti berekspansi ke Jogjakarta,” ujar Ardian.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com