Kawasan Bisnis yang Didesain Anti Cuaca Panas Gurun, Kayaknya Bisa Dipakai di Indonesia Ya

Big Banner
King Abdullah Financial District, Riyadh, Arab Saudi (Rumah123/Pinterest)

Saat ibadah haji dilaksanakan, kamu pasti sering mendengar berita kalau suhu di Mekkah dan Madinah mencapai lebih dari 40-an derajat Celsius.

Arab Saudi yang memiliki lanskap wilayah gurun pasir memang panas. Rata-rata suhu udara tertinggi di negeri ini pada musim panas mencapai 45 derajat Celsius. Temperatur tertinggi yang pernah tercatat adalah 54 derajat Celsius.

Baca juga: Sstt, Yuk Main ke Markas Agen Rahasia

Sementara rata-rata suhu terendah memang hanya 29 derajat Celsius. Bahkan saat musim dingin, suhunya malah bisa turun drastis hingga nol derajat Celsius.

Suhu ekstrem saat siang hari ini membuat Henning Larsen Architects membuat rancangan kawasan yang suhunya lebih adem. Pada 2006, biro arsitek asal Denmark ini memenangkan kompetisi untuk mendesain King Abdullah Financial District di ibu kota Kerajaan Arab Saudi, Riyadh.

Baca juga: Indonesia Kan Negara Maritim, Kok Belum Punya Pelabuhan Keren Kayak Gini Sih?

Rancangan Henning Larsen Architects mengambil inspirasi dari lanskap Arab Saudi yang didominasi oleh gurun pasir. Kawasan bisnis ini memiliki 3,3 juta meter persegi yang terdiri dari kantor lembaga keuangan, ritel, apartemen, fasilitas olahraga, dan pusat kebudayaan.

Kawasan ini akan terhubung dengan monorail. Selain itu, ada area pejalan kaki dan juga skywalk. Area ini akan memanfaatkan sinar matahari yang berlimpah sebagai tenaga listrik. Pemanfaatan sinar matahari ini juga untuk menekan polusi.

Baca juga: Revitalisasi Kota Tua, Seharusnya Begini Cara Melestarikan Kawasan Jadul

Kawasan ini tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga menjadi tempat berkumpul. Area publik ini akan dilengkapi dengan peralatan yang berisi air dan kemudian diubah menjadi uap air sehingga bisa menurunkan suhu hingga 6-8 derajat Celsius.

Hal yang dilakukan oleh Henning Larsen Architects di King Abdullah Financial District bakal diterapkan dalam kawasan bisnis Etobicoke Civic Centre di Toronto, Kanada.

Baca juga: Mengubah Gudang Raksasa Jadi Sekolah Guru, Wah Patut Ditiru Nih!

Hanya perbedaannya adalah biro arsitek ini akan membuat Etobicoke Civic Centre menjadi lebih hangat lantaran berada di kawasan Amerika Utara bersuhu dingin.

Apa yang diterapkan Henning Larsen Architects di King Abdullah Financial District ini sebenarnya bisa diaplikasikan di Indonesia lho. Indonesia memang tidak sepanas di Arab Saudi, namun cuaca panas membuat banyak orang malas untuk beraktivitas di ruang publik.

Baca juga: Berada di Kawasan Rawan Kebakaran, Eksterior Rumah Ini Dirancang Anti Api

Terbayang kan kalau ada ruang publik yang adem dengan peralatan yang bisa mendinginkan cuaca. Kalau masyarakat bisa menghabiskan waktu luang di ruang publik tentunya bisa berefek positif kan?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me