Kemenpupera Ajukan Anggaran Subsidi Rumah Rp6,09 Triliun

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mengajukan alokasi anggaran subsidi pemilikan rumah rakyat Rp6,09 triliun tahun 2018. “Itu untuk KPR subsidi dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 42 ribu unit rumah, subsidi selisih bunga (SSB) 225 ribu unit, dan subsidi bantuan uang muka (BUM) untuk 334 ribu rumah,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR di Jakarta pekan ini.

Foto : dok. Majalah Housing Estate

Ilustarasi Foto : dok. Majalah Housing Estate

Secara khusus Lana juga meminta kepada anggota DPR mendata masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di berbagai daerah pemilihannya, khususnya pekerja informal, yang layak mendapat bantuan kredit rumah. Data MBR penerima bantuan perumahan ini dibutuhkan untuk memudahkan penyaluran bantuan dan juga supaya tepat sasaran.

Terkait anggaran subsidi rumah itu, sembilan arah kebijakan perumahan tahun depan prinsipnya masih sama dengan tahun ini. Yaitu, penyaluran FLPP dan SSB, program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT), dekonsentrasi, tabungan perumahan (Tapera), pengembangan skema bantuan pembiayaan perumahan, penyusunan kebijakan, penguatan data dan informasi, pendayagunaan sumber-sumber dana lembaga keuangan bukan bank, kerja sama lembaga/instansi, serta analisis dan evaluasi.

“Saat ini bank penyalur kredit rumah bersubsidi juga bukan hanya Bank BTN saja, tapi sudah ada delapan bank nasional dan 22 bank pembangunan daerah (BPD). Makin banyak dan beragamnya penyalur KPR subsidi akan memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan kredit,” ujar Lana.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me