Gempa Guncang Tasikmalaya, Saatnya Kamu Paham Mitigasi Bencana

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/LA Times)

Gempa bumi berkekuatan 5 magnitudo mengguncang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Senin (25/9/2017). Pusat gempa berjarak 61 km dan berada di arah barat daya Tasikmalaya.

Pusat gempa berada pada kedalaman 15 kiometer. Belum ada aktivitas gempa susulan. Gempa ini juga tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Bangunan Berusia 117 Tahun Runtuh Karena Hujan Deras, Hati-hati Ya Kalau Musim Hujan

Pekan lalu, dua gempa besar mengguncang dua lokasi berbeda yang berjauhan. Gempa mengguncang Selandia Baru pada Rabu (20/9/2017) waktu setempat.

Gempa ini berkekuatan 6,1 magnitudo. Badan Geologi Amerika Serikat, USGS menyatakan kalau pusat gempa berada di lautan, sebelah selatan Selandia Baru.

Baca juga: Kenapa Sih Bangunan Bisa Runtuh? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya

Pusat gempa yang berada pada kedalaman 10 km ini berjarak 211 km dari salah satu kota terbesar di Selandia Baru, Auckland. Meski begitu, tidak ada peringatan tsunami setelah bencana ini terjadi.

Gempa juga dirasakan di ibu kota Selandia Baru, Wellington. Namun, belum ada laporan kerusakan bangunan dan juga korban jiwa. Layanan transportasi umum sempat terhenti akibat gempa.

Baca juga: Tinggal di Wilayah Rawan Bencana? Perencanaan Kawasan Jadi Solusinya

Setelah gempa ini, ada dua gempa susulan terjadi di lepas pantai Selandia Baru dengan kekuatan lebih kecil yaitu 4,7 magnitudo dan 5,0 magnitudo.

Gempa yang melanda Selandia Baru ini menurut sejumlah media terjadi hanya berselang beberapa jam setelah gempa besar di Meksiko pada Selasa (19/9/2017). Meksiko dilanda gempa berkekuatan 7,1 magnitudo dan menewaskan 216 orang.

Baca juga: Badai Besar Datang, Industri Properti Bakal Terancam?

Selandia Baru dan Meksiko sama-sama berada di kawasan “cincin api”. Selandia Baru berada di atas lempengan tektonik Pasifik dan Australia.

Indonesia juga berada di kawasan yang sama. Kawasan ini mempunyai 452 gunung berapi alias 75 persen dari jumlah gunung yang ada di Bumi. Jangan heran kalau 90 persen gempa dan 81 persen gempa besar terjadi di kawasan ini.

Baca juga: Mau Aman Tinggal di Area Rawan Bencana? Bikin Dong Hunian Tahan Bencana

Indonesia pernah mengalami gempa besar dan tsunami di Aceh pada 2004 serta gunung meletus di Yogyakarta pada 2010. Sebenarnya, potensi bencana alam lainnya di negeri ini adalah banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan.

Hal yang terpenting ketika tinggal di kawasan rawan bencana adalah kamu mengerti mitigasi bencana atau cara pencegahannya. Kalau paham, kamu bisa menyelamatkan diri dan orang lain.

Baca juga: Gempa Meksiko Ingatkan Ancaman Bahaya Tinggal di Kawasan “Cincin Api”

Kalau kamu tinggal di kawasan tepi pantai yang rawan tsunami atau kebetulan sedang berada di sana, kamu harus cepat tanggap. Seandainya, terjadi gempa besar, kamu harus bersembunyi di bawah meja.

Setelah gempa mereda, kamu harus menyelamatkan diri ke tempat yang tinggi. Naik ke bangunan tinggi atau mencari bukit.

Baca juga: Meksiko Kena Gempa Lagi, Ingat Jangan Panik Kalau Ada Gempa Ya

Sejumlah provinsi seperti Sumatera Barat dan Aceh sudah memiliki program penyelamatan terjadinya gempa dan tsunami. Mereka telah mempunyai jalur evakuasi yang mudah diikuti.

Jangan lupa ya untuk selalu up date soal mitigasi bencana ya karena bencana bisa datang kapan saja lho.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me