Kalau Pengembang Tak Tepati Janji, Kamu Gimana?

Big Banner
Foto: Rumah123/iStock

Sebagai konsumen pembeli hunian, kamu tentunya punya hak untuk menempati hunian tersebut tepat waktu. Gimana kalau meleset? Menurut pakar hukum perlindungan konsumen, David Tobing, kamu bisa memperkarakannya ke meja hijau.

Akan  tetapi, menurutnya, yang sering terjadi konsumen justru tidak melaporkan keteledoran pengembang tentang hal tersebut ke aparat berwajib. Selain itu, perlindungan terhadap hak konsumen yang mengalami kasus tersebut juga tidak terlalu diperhatikan.

“Misalnya, kalau dia (pengembang) lewat waktunya, dia kena denda, tapi dendanya dibatasi. Sementara, kalau konsumen yang telah membayar, dendanya tidak dibatasi,” kata David seperti dikutip Kompas.com, Jumat (22/9/2017).

Baca juga: Inilah 10 Pengembang dan Arsitek Terbaik 2017 Versi BCI Asia

Jadi, David menyarankan kepada para calon konsumen agar mempelajari terlebih dahulu hak dan kewajiban sebelum membeli properti. Hal ini untuk menghindari kecurangan yang mungkin dilakukan pengembang.

“Kalau tidak tepati janji, dalam UU Perlindungan Konsumen bisa kena pidana. Ancamannya lima tahun penjara dan (denda) Rp2 miliar,” kata David.

Baca juga: Biaya Apa Saja Sih yang Mesti Ditanggung Setelah Pengikatan Jual-Beli Hunian?

Dalam sebuah perjanjian jual-beli perumahan, pengembang dan konsumen harus saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing. Namun, menurut David, seringkali pengembang justru mengabaikan perjanjian yang telah disepakati bersama, semisal pembangunan hunian tepat waktu.

Pasal 16 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, mengatur dua hal yang dilarang dilakukan oleh pengembang.  Pertama, tidak menepati pesanan dan/atau kesepakatan waktu penyelesaian sesuai dengan yang dijanjikan. Kedua, tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau wanprestasi.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me