DPR: Seharusnya Subsidi Rumah dengan Skim FLPP Diperbesar

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Anggota Komisi V DPR yang membidangi perumahan Hengki Kurniadi, menyebut pemerintah harusnya meningkatkan penggunaan KPR bersubsidi dengan skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), bukan memangkasnya seperti sekarang dan menggantinya dengan lebih banyak skim subsidi selisih bunga (SSB). FLPP memang membutuhkan anggaran negara yang jauh lebih besar sebagai dana pokok pembiayaan kredit, tapi sifatnya bergulir. Sementara SSB memerlukan anggaran yang jauh lebih kecil karena hanya untuk membayar selisih bunga subsidi (5 persen per tahun) dengan bunga pasar yang berlaku pada tahun anggaran, tapi terhitung sebagai pengeluaran yang hilang begitu saja.

Foto : dok. Majalah Housing Estate

Ilustarasi Foto : dok. Majalah Housing Estate

“FLPP ini sifatnya dana bergulir yang akan kembali (ke negara) sehingga makin lama dananya makin besar dan bisa menjamin pembiayaan perumahan dalam jangka panjang, karena bisa menjadi instrumen investasi. Kalau SSB habis begitu saja sehingga membebani anggaran,” ujarnya saat rapat dengar pendapat dengan Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) di Gedung DPR Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia mengakui pola pembiayaan perumahan dengan SSB masih dibutuhkan untuk saat ini. Hanya saja harus mulai dipikirikan untuk memperbesar skim FLPP, sedangkan skim SSB  ditetapkan jangka waktu penerapannya, jangan digunakan untuk jangka panjang karena akan menggerogoti APBN dan memberatkan kemampuan fiskal negara.

“Bank BTN sebagai bank pelaksana juga menurut saya perlu dievaluasi. Program ini harus melibatka banyak bank, sehingga terjadi kompetisi positif antar bank yang membuat seluruh prosesnya bisa lebih efisien dan ujungnya memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan rumah murah,” jelas Hengki.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me