PMN Untuk Tapera Dibahas Dalam Rapat Banggar DPR RI

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Salah satu point yang dibahas dalam rapat bersama Banggar DPR RI dengan pemerintah Senin (25/09) di gedung DPRRI adalah tentang Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

“Pembiayaan investasi dan penjaminan pada RAPBN 2018 salah satunya PMN untuk Tapera senilai 2,5 Triliun rupiah sebagai modal awal pembentukan BP Tapera”, ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Suahasil.

Terkait dengan Tapera ini, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR, Lana Winayanti menjelaskan “Tapera dijalankan berdasarkan prinsip gotong royong dan sesuai dengan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat No.4 Tahun 2016, yang dimaksud peserta Tapera adalah WNI dan WNA pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia paling singkat enam bulan yang telah membayar simpanan”, ujarnya.

Namun, untuk Warga Negera Asing (WNA), tambah Lana Winayanti, dibedakan dengan WNI untuk pemanfataan dana Tapera. “Berdasarkan pasal 24 UU Tapera No.4 Tahun 2016 disebutkan bahwa pemanfataan dana Tapera untuk pembiayaan perumahan bagi WNA dikecualikan. Namun, WNA dapat mengambil dana yang telah disimpan di Tapera beserta hasil pemupukannya apabila keluar dari kepesertaan Tapera”, terang Lana Winayanti.

Rilis yang diterima mpi-update.com Selasa (26/09) menjelaskan selain itu, anggota Banggar DPR RI juga bertanya tentang peran SMF dalam mendukung pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

“Kami juga sedang mengkaji pembiayaan perumahan untuk mendukung Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan lewat peran SMF, karena kami sudah melihat kemampuan SMF dalam menyediakan dana jangka panjang. Sehingga dengan adanya perumusan skema baru dapat menyediakan KPR untuk MBR yang pada akhirnya dapat membantu pencapaian target BLU-PPDPP”, tegas Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me