Senayan City: Kami Akan Proses Hukum Penayangan Iklan Penjualan Mal Tersebut

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Menanggapi pemberitaan yang beredar di situs www.rumah123.com mengenai dijualnya pusat belanja Senayan City, manajemen mal mewah di Jalan Asia Afrika, Gelora Senayan, Jakarta Pusat, itu membantahnya secara resmi melalui siaran pers di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Senayan City | foto : facebook.com

Senayan City | foto : facebook.com

“Kami sangat menyayangkan adanya nama Senayan City di listing iklan situs tersebut tanpa klarifikasi dan persetujuan dari pihak Senayan City. Saat ini listing penjualan itu sudah ditarik dari situs tersebut, (tapi) kami akan memproses secara hukum kelancangan situs tersebut memuat berita yang tidak benar dan berkembang di masyarakat,” tulis rilis dengan kontak Elsi Adianti, PR & CR Asst. Manager Senayan City, itu.

“Dibawah pengelolaan yang baik, kami yakin Senayan City akan terus  berkembang menjadi pusat belanja favorit, tidak hanya di Indonesia tetapi hingga ke Asia. Jadi, Senayan City tidak akan dijual,” lanjut rilis itu mengutip Veri Y Setiady, Chief Executive Officer (CEO) mal seluas 127 ribu m2 di atas lahan 4,8 ha yang dikembangkan PT Agung Podomoro Land (APL) Tbk itu. Selain mal, di atas lahan yang sama dikembangkan juga apartemen mewah dan dua menara perkantoran.

Sementara itu seperti dikutip kumparan.com, General Manager rumah123.com Ignasius Untung mengatakan, kontrol konten iklan di situsnya sepenuhnya tanggung jawab pemasang iklan, bukan rumah123. Alasannya, dengan pemasang iklan baris mencapai ratusan ribu, adalah tidak mungkin bagi mereka mengecek kebenaran isinya. Yang bisa dipastikan kebenarannya hanya lokasi atau eksistensi produk. Ia akan memberi penalti kepada agen pemasang iklan bila terbukti sengaja memasang iklan hoax.

Sedangkan Shafa, agen pemasang iklan dari Century 21 yang memasang iklan itu mengaku lalai karena tidak memastikan lagi iklan itu benar-benar sudah dihapus oleh bagian administrasi situs itu. Sebelumnya ia memasang iklan penjualan mal itu tanggal 24 Agustus begitu mendapat informasi dari teman-temannya sesama agen. Setelah terpasang, dari agen properti lain ia mendapat informasi, rencana penjualan mal itu tidak benar. Karena itu ia langsung meminta admin situs itu untuk menghapusnya.

Masih menurut kumparan.com, hanya Shafa tidak mengecek lagi apakah permintaan penghapusan listing iklan itu benar-benar sudah dilaksanakan atau belum, sampai masalahnya diberitakan di media massa kemarin (Senin, 25/9/2017). Karena itu ia memohon maaf kepada berbagai pihak terutama manajemen Senayan City atas kelalaiannya yang sempat membuat heboh jagat properti itu.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me