Kota Cerdas, Kota yang Responsif dan Pandai Mengelola Lingkungannya

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pengembangan kota cerdas sudah mutlak dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan populasi, kebutuhan lahan untuk pangan, dan lain-lain terkait pertumbuhan kota yang makin banyak dihuni manusia. Kota cerdas adalah kota yang responsif terhadap perkembangan masyarakatnya yang makin dinamis.

kawasan Alam Sutera

kawasan Alam Sutera

Menurut Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Soelaeman “Eman” Soemawinata, kota cerdas menyangkut banyak hal, tapi yang terpenting adalah bagaimana sebuah kota bisa mengelola lingkungannya. Karena itu konsep kota cerdas harus dimulai saat ini dan kalangan pengembang bisa menjadi pelopor pengembangan kota cerdas.

“Menyebut contoh kawasan Serpong, Tangerang (Banten), merupakan salah satu pengembangan kota cerdas yang diprakarsai oleh pengembang. Di Serpong ada delapan pengembang besar yang terlibat dan sekarang sudah menjadi kota dengan standar dunia, karena seluruh infrastuktur dan fasilitasnya dirancang dengan sangat baik untuk (mengantisipasi) perkembangan masyarakatnya,” katanya di acara rapat kerja nasional (Rakernas) REI di Serpong beberapa waktu lalu.

Menurut Eman, populasi di Indonesia tumbuh sekitar 1,3 persen atau sekitar 3 juta bayi lahir setiap tahunnya. Bayi-bayi ini akan mengisi ruang-ruang perkotaan dan akan menghabiskan lahan untuk sawah, hutan, dan ruang-ruang lainnya untuk kebutuhan hunian.

Karena itu menjadi sangat penting penataan dan manajemen kota dengan konsep kota cerdas. Sejumlah kota besar dunia bisa dijadikan rujukan. Misalnya, Singapura yang pemanfaatan lahannya bisa begitu efektif dan efisien agar kotanya tetap nyaman. Efisiensi lahan sangat mutlak, supaya fungsi-fungsi lahan yang lain seperti untuk pangan, ruang terbuka, dan lain-lain tetap tersedia dan mendukung kebutuhan kota.

“Kota cerdas harus bisa mengantisipasi keadaan hingga ratusan tahun dan itu ditentukan desain sejak awal pengembangannya. Karena itu wajar kalau kita minta perhatian dari pemerintah terkait regulasi dan kemudahan aturan, karena pengembangan kota dampaknya sangat besar,” kata mantan Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk, pengembang kota baru Alam Sutera (800 ha) Serpong, Tangerang, itu.

Saat ini, ungkapnya, ada 25 kota baru yang dikembangkan anggota REI mulai dari Maja, Lebak (Banten) hingga Cikarang, Bekasi (Jawa Barat). Berkaitan dengan pengembangan kota-kota itu, pengembangan proyek infrastruktur oleh pemerintah menjadi sangat tepat untuk meratakan distribusi ekonomi dan pembangunan.

housing-estate.com