Kenapa Ya Agen Properti Ga Mau Pakai Cara Ini?

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Saat ingin menjual hunian, penjual ingin melepaskannya dengan harga tinggi dan dalam tempo secepat-cepatnya. Namun, menjual rumah atau apartemen memang tidak mudah.

Selain menjual sendiri rumah, pemilik bisa memanfaatkan jasa agen properti. Sebagai pemasar properti, agen memiliki pengalaman dalam menjual hunian.

Baca juga: Perkuat Kolaborasi dengan Agen Properti, UOB Luncurkan Aplikasi Online

Saat memasarkan properti, agen bisa memilih open listing atau pun exclusive listing. Nah, laman properti The Balance mengungkapkan kalau banyak agen properti banyak yang tidak lagi memanfaatkan exclusive listing.

Salah satu alasan kenapa agen properti mulai enggan menerapkan exclusive listing adalah harus melakukan pemantauan hunian yang dijual secara berlebihan. Bahkan, di Amerika Serikat, agen properti tidak lagi mengklaim sebagai agen yang eksklusif.

Baca juga: Perkuat Kerja Sama, Rumah123 dan ERA Indonesia Bakal Edukasi Agen Properti

Hal ini terjadi bukan karena mereka tidak memahami eksklusivitas lagi, meski pun bisa saja itu terjadi. Agen properti yang melakukan exclusive listing bisa membuka kemungkinan kalau agen melakukan banyak usaha namun keuntungan finansial yang didapatkan bisa saja tidak ada sama sekali.

Salah satu kompromi yang dilakukan oleh agen biasanya adalah menentukan waktu exclusive listing. Jika penjual tidal bisa menemukan pembeli melalui upaya sendiri, misalkan dalam 30 hari, maka kedua belah pihak bisa membuat kesepakatan terpisah yang secara otomatis mengalihkan listing menjadi hak eksklusif untuk menjual hunian.

Baca juga: Ingin Bidik Generasi Milenial, Agen Properti Harus Paham Digital Marketing

Karena bisa saja terjadi ketika agen A sudah ditunjuk untuk memiliki exclusive listing, namun agen B bisa menemukan pembeli, maka agen A harus membayar komisi kepada agen B. Selain itu, agen yang ditunjuk untuk melakukan exclusive listing ini akan mendapatkan komisi dari pihak penjual dan juga pembeli.

Ada contoh sederhana soal exclusive listing ini yaitu Pak Budi sebagai pemilik properti memberikan hak exclusive listing kepada agen A. Lantas agen A mendapatkan pembeli, agen ini akan mendapatkan komisi dari penjual dan pembeli.

Baca juga: Punya Audience Lebih Luas, Media Online Bisa Perluas Pasar bagi Agen Properti

Nah, sebenarnya memang menguntungkan juga dari sisi agen properti. Tetapi kalau dia tidak menemukan pembeli dan sudah bekerja keras, ya dia bakal tidak mendapatkan apa-apa.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me