Nirwono Joga: Isu Green Belum Dianggap Seksi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Ketua Tim Juri HousingEstate Green Property Awards (GPA) yang juga arsitek lansekap, pengamat perkotaan dan properti hijau Nirwono Joga, menyebut isu green (hijau) kendati sudah sangat lama disuarakan, belum juga menjadi isu yang seksi yang digalakkan semua pihak. Hal itu karena pandangan pragmatis dan jangka pendek kebanyakan kalangan terhadap penerapan konsep pembangunan yang berkelanjutan (sustainable) itu.

Nirwono Joga, pengamat properti hijau dan Ketua Tim Penilai HousingEstate Green Property Awards

Nirwono Joga, pengamat properti hijau dan Ketua Tim Penilai HousingEstate Green Property Awards

“Masih banyak pihak yang melihat konsep green secara tidak utuh, langsung dikaitkan dengan keuntungan sesaat, makanya perkembangannya lambat. Sementara dorongan dari pemerintah juga sangat minimal. Tapi, tetap harus terus dikampanyekan karena dampak (penerapan konsep itu) yang sangat luas dan jangka panjang,” kata Nirwono di sela-sela ajang GPA 2017 di Jakarta, Rabu (27/9).

Konsep dan perilaku hijau, jelas Nirwono, sangat menguntungkan dalam jangka panjang. Ia memberikan contoh bagaimana situs penjualan online Amazone sudah mengakuisisi sebuah pabrik baterai di Cina. Hal ini karena visi jangka panjang perusahaan tersebut mengenai baterai yang ke depan akan menjadi produk yang sangat dibutuhkan. Saat ini produk baterai masih sangat terbatas terkait durabilitas dan keandalan produknya.

Saat kita baru akan mengembangkan mobil bertenaga gas, di Jerman pengembangan sudah masuk ke mobil listrik. Jerman bahkan menargetkan menjadi negara penyuplai mobil listrik di seluruh kawasan Eropa. Dengan kata lain, ada potensi bisnis yang sangat besar dari pemanfaatan konsep green di setiap produk termasuk produk properti.

Contoh lain, Yudi menyebut Indonesia adalah “timur tengahnya” dunia untuk potensi energi terbarukan karena besarnya potensi pengembangannya di sini, mencapai 450 ribu mega watt (MW). Saat ini pemanfaatannya baru mencapai persen. Potensi energi terbarukan dengan daya yang luar biasa ini berasal dari cahaya matahari, angin, air, panas bumi, biogas, dan lain-lain.

“Bayangkan kalau itu bisa diolah, dampak bisnisnya sangat besar. Kita kerucutkan pada hal yang lebih kecil seperti bisnis properti. Para pengembang bisa menjadi pelopor penerapan konsep green dengan misalnya, menerapkan konsep-konsep yang sederhana dulu mulai dari desain bangunan, tata ruangnya, pemilihan bahan bangunan, sistem penerangan dan pengelolaan air serta sampah, dan lain-lain. Pengembang juga bisa menjadi pelopor pembentukan smart green community yang melibatkan konsumen dan penghuni,” jelasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me