Semua Properti Seharusnya Hijau dan Tetap Terjangkau

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Era milenial yang ditandai dengan perkembangan teknologi digital dan internet yang sangat pesat, membuat pengembangan properti terutama hunian memiliki tantangan yang berbeda dan cenderung lebih berat. Ini terkait dengan perubahan selera dan penyebaran informasi yang sangat cepat sehingga berdampak pada semua segi kehidupan termasuk bisnis.

Sri Hartoyo HousingEstate Green Property Awards 2017

Sri Hartoyo | foto : Susilo

Terkait kawasan-kawasan yang terus mengkota, pengembangan proyek properti sebagai elemen utama pengembangan kota harus dikembangkan dengan pendekatan green and sustainable agar lingkungan perkotaan tetap mampu mendukung kehidupan warganya dengan baik.

“Dan, itu kian tidak mudah, karena konsep green yang sudah mutlak kita terapkan itu  akan selalu beririsan dengan keterjangkauan (harga rumah). Inilah tantangan kita saat ini,” kata Sri Hartoyo, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) saat memberikan sambutan di ajang Green Property Awards (GPA) 2017 yang diselenggarakkan HousingEstate di Jakarta, Rabu (27/9).

Cipta Karya sendiri sudah mengeluarkan panduan dan kriteria untuk pengembangan proyek dengan kaidah hijau yang mencakup mulai dari desain, penggunaan energi, hingga saat nanti sebuah bangunan beroperasi,

Pada tahap seperti saat ini sangat penting bagi para pengembang memiliki kinerja yang terukur di setiap pengembangan proyeknya. Contoh kecil, bangunan yang dibuat harus bisa menangkap cahaya matahari sebanyak mungkin sehingga pada siang hari bangunan tidak membutuhkan energi listrik untuk penerangan.

Begitu pula konsumsi air, perlu diatur seefisien mungkin sesuai dengan kebutuhan. Bangunan kalau bisa didesain bisa menampung air hujan, memiliki sistem drainase yang baik yang bisa menahan sebanyak mungkin air di kawasan, dilengkapi sistem pengelolaan sampah, dan lain-lain. Sementara air buangan harus diupayakan bisa didaur ulang untuk nanti digunakan kembali, misalnya untuk flushing (penggelontor) kloset, menyiram tanaman, mencuci kendaraan dan lain sebagainya.

“Jadi, tantangannya memang berat karena urbanisasi kita juga luar biasa yang meningkatkan kebutuhan terhadap hunian yang layak dengan lingkungan yang tetap berkelanjutan. Sekarang konsep green itu masih (diterapkan) ekslusif (pada hunian menengah atas). Padahal, perumahan rakyat juga harus green. Makanya kita sangat mengapresiasi HousingEstate dengan mengadakan acara ini guna terus memacu dan menginspirasi seluruh stakeholder untuk mengembangkan proyeknya dengan konsep hijau,” tegas Sri.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me