Neave Brown, Arsitek Pencetus Desain Rumah Rakyat Inovatif

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Asosiasi Arsitek Inggris, The Royal Institute of British Architects (RIBA), memberi penghargaan tertinggi kepada arsitek dan seniman Neave Brown atas proyek rumah susun (rusun)-nya di Alexandra Road, London, Inggris. Proyek rusun karya Brown yang dibangun Camden Council London itu dinilai inovatif, sehingga layak meraih penghargaan 2018 Royal Gold Medal.

Neave-Brown

Dok. de zeen

Penghargaan disetujui secara pribadi oleh Ratu Inggris Elizabeth II dan diberikan kepada arsitek baik perorangan maupun kelompok yang dinilai memberi pengaruh penting, baik langsung maupun tidak bagi kemajuan dunia arsitektur. Mengingat kondisi kesehatan Brown, penghargaan diberikan lebih cepat dan dalam seremoni privat.

Proyek rusun karya Brown itu merangkum 500 unit rumah yang disusun dengan konsep piramid terbalik setinggi delapan lantai. Dikenal dengan the Alexandra and Ainsworth Estate, proyek didesain tahun 1968 dan mulai dibangun tahun 1972 hingga 1979. Rusun dilengkapi dengan toko, ruang kerja, ruang pertemuan komunitas, ruang khusus anak-anak dan sekolah anak berkebutuhan khusus, serta taman publik seluas 16.000 m2. Didesain secara khusus, mendobrak gaya yang berkembang pada zamannya, proyek di Alexandra Road itu kemudian seperti jadi laboratorium hidup bagi sekolah arsitek.

Pendekatan Brown dalam mendesain, setiap rumah harus memiliki pintu depan yang secara langsung terbuka ke jaringan jalan kota, tapi juga mempunyai area privat yang terbuka dan memiliki teras atau taman di atap. “Bisa mendapat penghargaan ini sama sekali di luar dugaan, sebab sepanjang hidup saya dedikasikan hanya untuk berkarya. Ini menjadi semacam pengakuan atas karya arsitektur saya, tentang kualitasnya dan terutama pengaruhnya bagi kehidupan sosial,” kata Brown.

Sejatinya ada sejumlah proyek Brown lain yang juga bisa dibilang inovatif, seperti proyek rumah deret bersusun lima di 22-32 Winscombe Street, Dartmouth Park, London. RIBA juga menilai desain proyek yang dikembangkan tahun 1965 itu juga begitu penting bagi arsitektur perumahan di Inggris. Upside-down house ini memiliki denah interior sedemikian rupa, di mana area tinggal ditempatkan di lantai atas sehingga mendapat pencahayaan yang lebih maksimal. Sementara lantai bawah ruangnya didesain fleksibel dan dibuat menyambung ke taman privat. Didesain khusus sebagai private co-housing project bagi Brown dan teman-temannya, Brown tinggal di sini selama 40 tahun sebelum pindah ke proyek lainnya di Dunboyne  Road Estate (Fleet Road).

Proyek Dunboyne Road Estate dibangun 1975 dan ini proyek rusun low-rise berkepadatan tinggi pertama yang dibangun di Inggris. Brown menggubah gaya Victoria, rumah tradisional London menjadi dua dan tiga lantai yang kemudian dideretkan, mengapit ruang pejalan kaki di bagian tengahnya. Brown begitu memperhatikan skala dan kedekatan, sementara setiap rumah mendapat cahaya yang cukup serta memiliki taman pribadi dan ruang publik.

Menurut Ben Derbyshire, RIBA President and Chair of the Selection Committee, karya-karya Brown memberi kontribusi mendalam bagi pembangunan perumahan di Inggris. Idenya, bagaimana menempatkan komunitas sebagai hal utama dari setiap pembangunan sehingga setiap penghuni bisa menikmati taman bersama. Setiap rumah memiliki pintu tersendiri, ruang dalam yang fleksibel dan halaman pribadi. “Karena itu Pemerintah Inggris harus melihat ide dan inovasi Brown dalam menyelesaikan krisis perumahan yang berat ini. Pemerintah harus memperkuat dan mendorong setiap daerah untuk membangun generasi yang sadar akan desain rumah yang baik, juga terjangkau dan berkelanjutan, mengingat begitu banyak orang saat ini yang tidak bisa masuk ke pasar perumahan,” jelasnya. Inggris saat ini membutuhkan 300.000 rumah baru per tahun. Sebab itu perlu ada program pembangunan secara massal dan radikal guna mengatasi krisis rumah itu.

Sumber: ArchDaily

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me