Kota Terbuka, Siapa Tahu Itu Kotamu

Big Banner
Konsep Silk Town di Alam Sutera Tangerang. Foto: Rumah123/Silk Town

Pada dasarnya, sebuah kota tidaklah bisa berdiri sendiri. Masyarakat penghuni kota tersebut tak terkecuali harus menjadikan kotanya tumbuh dan terbuka bagi semua. Inilah semangat Kota Terbuka, bersifat inklusif bukan eksklusif.

Apa formulasi Kota Terbuka itu sebenarnya? Indikatornya memang belum benar-benar ditentukan, namun bisa dikatakan kota tersebut dapat mengakomodasi seluruh warganya yang berlatar belakang beragam untuk tinggal dan hidup secara layak bersama-sama.

Nah, dalam rangka peringatan Hari Kota Dunia, 31 Oktober 2017, lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, memilih 30 kota di Indonesia sebaia nomine Kota Terbuka. Mau tahu kota apa sajakah itu?

Baca juga: Ada Apa Sih di Kota Ayodhya Cikokol, Tangerang?

Ke-30 kota tersebut ada 5 di Sumatera: Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Padang, dan Pekanbaru. Lalu, ada 6 di Kalimantan: Banjarmasin, Balikpapan, Palangkaraya, Pontianak, Tarakan, dan Nunukan.

Selanjutnya, ada 10 di Jawa: Tangerang, Bogor, Cirebon, Semarang, Surakarta, Tegal, Pekalongan, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.

Untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara, masing-masing diwakili Ambon dan Ternate, Papua Barat dam Papua diwakili Sorong dan Jayapura, dan Sulawesi diwakili Makassar, Palu, Manado, dan Kendari.

Sementara Kupang mewakili Nusa Tenggara Timur, Sumbawa dan Sumbawa Barat mewakili Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Bertahun-Tahun Tinggal di Jakarta, Yakin Ngerti Banget Soal Kota Ini?

Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Rina Agustin Indriani, menyatakan, Kota Terbuka merupakan agenda utama peringatan Hari Kota Dunia yang peringatannya diselenggarakan secara bersamaan dengan Hari Habitat Dunia.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta Indonesia untuk mengetengahkan kota-kota yang punya potensi menjadi Kota Terbuka dan dikompetisikan di tingkat dunia,” kata Rina sepeti dikutip KompasProperti, Kamis (5/10/2017).

Menurut Rina, tema Hari Kota Dunia 2017 adalah inovasi dalam membangun kota yang terbuka. Ini merupakan isu baru sebagai hasil elaborasi dari pengalaman-pengalaman sebelumnya terkait Hari Kota Dunia tahun lalu (2016).

Baca juga: Rumah Orang Kaya Justru di Pinggir Kota Lho, Kalau Kamu?

“Nah, 30 kota terpilih ini sudah mengarah ke sana. Mereka tengah menerapkan inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup warganya baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya dengan pilar keberagaman,” kata Rina menambahkan.

Dia mencontohkan Surabaya yang punya kampung atau kawasan khusus penghasil lontong. Lontong ini kemudian dipasok ke hotel-hotel di seluruh kota tersebut.

“Ini kan inovasi yang patut diapresiasi. Dengan inovasi ini, perekonomian warga setempat tumbuh signifikan. Hal-hal seperti ini yang nanti akan kita bawa ke HKD,” kata Rina.

 

rumah123.com