Pacific Star Mulai Lirik Johor Sebagai Investasi Baru

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA–Pengembang asal Singapura Pacific Star Development, Pte, Ltd melihat potensi tempat investasi baru di kawasan Puteri Harbour, Nusajaya, Johor Baru, Malaysia.

Kawasan tersebut dinilai masih bersih, tidak ada polusi udara dan tidak ada kemacetan. Ditambah lagi, kawasan tersebut berada di tepi laut tempat persimpangan Batam, Karimunjawa, dan Singapura.

“Inilah alasan kami membangun proyek di Johor lebih dahulu dibandingkan proyek lainnya. Kami melihat tempat investasi yang baru lahir,” ujar Vice President Pasific Star Development Pte, Ltd Patrick Mah.

Dia mengatakan kompetisi di Singapura sudah sangat ketat baik dari pengembang lokal maupun pengembang asing dari China bahkan Indonesia yaitu Lippo Group dan Sinarmas Group. Keterbatasan lahan di Singapura dan harga tanah yang sangat tinggi mencapai Rp90 juta/m2 menjadikannya memilih Malaysia sebagai tempat investasi terdekat.

Pasific Star mengembangkan proyek terpadu 3 menara bernama Puteri Cove Residences yang diprediksi akan rampung pada pertengahan 2017.

Putri Cove Residences terdiri dari dua menara apartemen sejumlah 658 unit, satu menara hotel Pan Pacific bintang lima sejumlah 340 kamar, empat blok small office/ home office(SOHO) dan ruang ritel di lantai dasarnya.

Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektar tersebut mulai dipasarkan pada November tahun lalu dimulai dari Menara 1 yang telah terjual 85%. Sedangkan menara dua di mana tahap perampungannya masih 75%, telah terjual sekitar 50%. Menara 3 atau menara hotel belum masuk tahap pembangunan.

“Satu unit apartemen kami pasarkan mulai Rp3,4 miliar hingga Rp10,8 miliar ,” ujarnya.

Dari penjualan tersebut, tambahnya, Warga Indonesia telah mengakuisisi unit apartemen sebanyak 8% atau sekitar 40 unit di Tower 2. Pembeli didominasi oleh para pebisnis Indonesia yang bekerja di Singapura dan Malaysia. Pacific Star memberi jatah 100 unit bagi pembeli asal Indonesia di Tower 2. Sedangkan Tower 1 didominasi oleh pembeli asal Singapura dan China.

“Peminat cukup tinggi meski belum kami pasarkan di Indonesia, rencananya baru akan kami rilis di Jakarta pada 30-31 Agustus mendatang di Grand Hyatt, Jakarta,” tuturnya.

Patrick menargetkan transaksi sebesar Rp120 miliar atau 30 unit terjual di Jakarta.

Editor : Nurbaiti

properti.bisnis.com