Properti Batam Optimis di Tengah Perlambatan Ekonomi (2)

Big Banner

Seperti diketahui, sejumlah pihak optimis jika untuk beberapa waktu ke depan, perekonomian Batam akan kembali bergairah. Optimisme ini dikarenakan beberapa hal, pertama, terpilihnya

Batam sebagai pusat pengembangan ekonomi digital Singapura di Indonesia. Kesepakatan ini setelah Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengukuhkan pentingnya posisi Batam dalam hubungan kerja sama ekonomi Indonesia-Singapura yang disampaikan dalam Singapore-Indonesia Investment Forum di Singapura, awal Sepetember lalu.

Jokowi mengungkapkan, dalam pengembangan kerja sama bisnis kedua negara, Batam menjadi pintu gerbang utama Indonesia, karena paling dekat dengan Singapura. Jokowi juga menekankan, ke depan kerja sama kedua negara harus berbasis digital, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Nantinya, Batam berperan sebagai hub atau jembatan yang menghubungkan Singapura dengan berbagai daerah di Indonesia dan sebaliknya.

“Batam harus mampu menghubungkan Singapura dengan komunitas lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Bali. Batam harus mampu juga menjadi penyedia dan memberikan pelayanan,” tegasnya.

Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), selain Bintan dan Karimun, kata Jokowi, Batam harus mampu membawa perubahan. “Kalau dulu Batam sebagai kota industri, sekarang harus mampu bersinergi dengan Singapura, menjadi jembatan industri teknologi, manufaktur, dan pariwisata berbasis digital,” jelasnya. Dengan berbasis digital, mantan Walikota Solo ini berharap, industri kreatif bisa dimaksimalkan pencapaiannya. Bukan hanya dari sektor pariwisata, tapi juga meliputi sektor lainnya seperti industri manufaktur, wisata maritim, dan industri lain yang mampu bersinergi dengan kepariwisataan.

Faktor kedua yang membuat Batam kembali bersinar adalah terkait rencana lion air melalui Batam Aero Technic, anak usaha Lion Group untuk menjadikan Batam sebagai lokasi untuk melakukan layanan perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul). Batam Aero Technic sendiri sejauh ini telah bekerjasama dengan Triumph Aviation Service Asia. Kerja sama ini mencakup perawatan dan pemeliharaan mesin Auxiliary Power Unit (APU).

Dengan kerja sama senilai 50 juta dollar AS ini, Batam Aero Technic akan mendapat dukungan dalam perbaikan dan servis secara berkala mengenai pemeliharaan dan perawatan mesin APU dan struktur mesin, melakukan pelatihan terhadap mekanik dan engineer untuk mendapatkan sertifikasi.

Deputi III BP Batam, RC Eko Santoso Budianto mengatakan, saat ini baru perusahaan penerbangan Lion Air yang sudah membangun industri MRO di kawasan Hang Nadim. Luas lahan keseluruhannya yakni 29 hektare. Menurut Eko, secara tidak langsung hal ini nantinya akan berpengaruh pada terbukanya lapangan pekerjaan di Batam. Sebab jika keseluruhan hangar beroperasi,

diperkirakan bisa menarik tenaga kerja sekitar 8-10 ribu orang. Tak hanya itu, selain Lion Air, beberapa waktu lalu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk, juga melirik pembangunan MRO di Batam. Bahkan sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara BP Batam dan GMF. Dengan luas lahan kerja 25 hektare, dan diperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan berkisar 6-8 ribu orang. MPI/Riz
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com