Belum Oke Jadi Agen Properti Kalau Kamu Belum Tahu 4 Jenis Listing Ini!

Big Banner

 

Foto: Rumah123/iStock

Sebagai broker/agen properti, tentunya kamu wajib mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dalam listing properti. Mengetahui dan memahami aneka istilah listing akan membantu kamu memahami jual-beli properti.

Listing biasanya dilakukan di media online berbayar khusus properti, semisal kalau di Indonesia adalah rumah123.com. Situs properti nomor satu di Indonesia ini merupakan bagian dari REA Group Australia. Nah, agen properti bisa mengunggah (up load) listing properti yang akan dijualnya di akun yang dia miliki. Listing property yang diunggahnya itu menjadi tanggung jawab si agen properti.

Baca juga: Hindari Hal Ini agar Listing Properti Laku!

Berikut ini beberapa listing properti berikut penjelasan singkatnya yang bisa kamu simak:

  1. Exclusive Listing

Merupakan satu bentuk listing yang sifatnya terikat pada salah satu broker/agen properti yang telah ditunjuk oleh si pemilik properti. Pemilik properti tidak boleh memberikan mandat penjualan propertinya kepada agen/broker lain karena bersifat eksklusif. Bahkan anggota keluarga atau pemilik properti itu sendiri pun tidak boleh melakukan penjualan propertinya. Kerja sama ini memiliki jangka waktu sesuai dengan kesepakan kedua belah pihak.

  1. Sole Agent

Ini merupakan salah satu bentuk listing yang sifatnya terikat pada salah satu broker yang telah ditunjuk oleh si pemilik properti. Hampir sama dengan exclusive listing, namun pemilik properti juga boleh menjual properti tersebut.

Baca juga: Foto Listing yang Bikin Pembeli Buang Muka

  1. Open Listing

Bentuk listing ini tidak terikat pada salah satu broker/agen properti. Semua broker/agen properti berhak memasarkan penjualan properti tersebut, tanpa terikat waktu/fleksibel. Sederhananya tuh gini, siapa saja yang membawa pembeli dan deal dengan harga jual properti tersebut, dialah yang akan mendapatkan komisi dari si pemilik properti. Bila pemilik rumah yang menemukan sang pembeli, maka dia tak harus membayar kepada agen properti yang manapun.

Baca juga: Michele Sieto, Beli Kosmetika Rp3 Juta Dapat Listing Harga Rp70 Juta

  1. Net Listing

Dalam listing jenis ini, si pemilik properti menetapkan harga net atau harga minimal dari penjualan propertinya, di luar biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik semisal komisi, pajak penjualan, atau biaya notaris.

Nah, sekarang kamu sudah lebih tahu kan tentang aneka listing dari penjelasan singkat tersebut. Tentunya akan bermanfaat untuk aktivitasmu sebagai broker/agen properti.

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me