Gaduh Reklamasi Siapa Untung Siapa yang Buntung (2)

Big Banner

Selain persoalan regulasi yang kerap tumpang tindih, banyak pihak sependapat jika proyek tersebut justru akan menimbulkan efek negatif bagi lingkungan sekitar, antara lain; terjadinya konfl ik pemanfaatan antara jaringan kabel bawah laut, limpasan sedimen yang akan membahayakan ekosistem terumbu karang dan mem pengaruhi wilayah penangkapan ikan nelayan, ter masuk dampak backwater yang akan mempengaruhi paras muka air sungai (banjir) yang bermuara di wilayah reklamasi serta beberapa persoalan negatif lainnya.

Hal ini diperkuat dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 14 tahun 2003 yang menyebutkan, merujuk pada rekomendasi Komisi Penilai AMDAL Pusat, Rencana Reklamasi Pantura Jakarta tidak layak dari aspek lingkungan hidup karena dapat menimbulkan dampak negatif. Salah satunya akan meningkatkan potensi dan intensitas banjir di Jakarta. Hal ini tidak dapat ditolerir karena banjir di Jakarta belum dapat terselesaikan dengan tuntas.

Tak hanya itu, proyek reklamasi Pantura yang diproyeksi bakal membutuhkan bahan urugan sebanyak 330 juta m3 (total proyek saat itu 2700 Ha) ini juga diibaratkan buah simalakama. Apabila bahan ini diambil dari pedalaman, maka akan terjadi dampak di pedalaman itu sendiri dan dampak akibat pengangkutan, sebab diperlukan sekitar 33 juta rit truk untuk membawa bahan urugan tersebut.

Sementara, jika bahan urugan diambil dari pasir sepanjang pantai, maka akan terjadi kerusakan pantai dari daerah Losari, Indramayu di sebelah timur sampai pada kawasan Pandeglang, Banten di sebelah barat, pada areal seluas 170 ribu hektar.

Dan, apabila urugan itu diambil dari dasar laut, maka dapat menghancurkan ekosistem laut dan pola arus laut sekaligus pantai dan pulau-pulau di sekitarnya. Kendati mendapat rekomendasi yang buruk, toh Gubernur DKI Jakarta waktu itu, Basuki Tjahaja Purnama tetap tertarik untuk mengembangkan proyek reklamasi dengan total luas setara dengan luas Jakarta Pusat, yang membentang dari Jembatan Semanggi hingga Pademangan, Jakarta Utara tersebut.

Menurut Ahok waktu itu, reklamasi pantai utara Jakarta yang membentuk 17 pulau tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap warga yang tinggal di pesisir Utara Jakarta. Sebaliknya, warga pesisir justru akan mendapatkan dampak positif dari reklamasi tersebut.

Apalagi, proyek ini akan menambah luas lahan di Jakarta. Dan Pemprov DKI akan langsung mendapatkan tanah yang bersertifikat seluas 51 hektare. Ahok, menjelaskan, dengan pertumbuhan penduduk yang demikian tinggi tentu DKI Jakarta membutuhkan lahan tambahan yang cukup luas untuk mendukung kegiatan warganya. Karena itu, jika tanpa reklamasi akan sulit kebutuhan tersebut dipenuhi.

Senada dengan Ahok, Pakar tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), tahun lalu Hesti D. Nawangsidi, mengatakan, untuk mengakomodasi perkembangan Jakarta di masa depan, reklamasi pantai utara Jakarta sa ngat dibutuhkan. Menurut Hesti, luas daratan di kota Jakarta saat ini hanya sekitar 65 ribu hektar. Wilayah bagian Selatan Jakarta merupakan daerah resapan air untuk menjaga lingkungan.

Sehingga, Jakarta harus memiliki inisiatif menyiapkan lahan baru untuk menampung perkembangan.
“Yang paling memungkinkan untuk pengembangan Jakarta adalah daerah Jakarta Utara karena kondisi lingkungan di daerah tersebut relatif tidak memenuhi syarat. Dengan kata lain, kualitas lingkungan daerah Jakarta Utara membutuhkan revitalisasi. Sehingga, reklamasi sekaligus juga sebagai jawaban kebutuhan untuk revitalisasi daratan pantai lama di DKI Jakarta,” jelas Hesti.

Hesti juga berpendapat jika pembahasan tentang reklamasi yang ramai di media menunjukkan perhatian publik cukup besar. Oleh karenanya pandangan komprehensif tentang reklamasi perlu dikomunikasikan dengan baik. “Selain dampak negatif yang perlu dikendalikan, kita harus lebih memahami manfaat reklamasi yang memang dibutuhkan Jakarta,” kata Hesti

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me