APLN Siapkan Proyek Rumah Tapak di Bandung Selatan

Big Banner

PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) tengah menyiapkan proyek di Bandung Selatan. Rencananya APLN akan mengembangkan proyek perumahan seluas 100 hektare dengan dengan masa pengembangan hingga 10 tahun mendatang. APLN menggandeng pemilik lahan dalam mengembangkan proyek yang tahap pertama pengembangan akan dilakukan seluas 30 hektare.

Rencana itu diungkapkan Agung Wirajaya, Assistant Vice President Head of Strategic Residential Marketing Division PT Agung Podomoro Land, Tbk. (APLN). “Pengembangan sekarang akan lebih ke Bandung Selatan, nggak mungkin ke Utara lagi. Rencananya akhir tahun ini kami mulai melakukan tes pasar. Lalu pada kuartal pertama proyek ini akan resmi kami luncurkan,” kata Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan, APLN mengembangkan proyek di Bandung karena Bandung semakin diminati pasca dibukanya jalan tol Cipularang. Apalagi dengan rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

APLN membidik pembeli utama dari Jakarta untuk proyek perumahan barunya di Bandung. Menurut Agung, masyarakat Jakarta banyak yang ingin memiliki hunian di Bandung, salah satunya digunakan saat akhir pekan daripada menyewa penginapan.

“Pengalaman kami mengembangkan proyek di Bandung juga menjadi alasan kami membangun proyek ini,” kata Agung. Di Bandung APLN pernah mengembangkan proyek Braga City Walk dan proyek multifungsi di pusat kota bertajuk Bandung City Center.

Agung optimis proyek baru APLN di Bandung akan diterima pasar. Pasalnya banyak keunggulan yang dimiliki. Antara lain lokasinya tidak jauh dari pintu tol Buah Batu (2 Km) dan Gedung Sate (9 Km). Mengusung konsep hijau. Luas area terbuka hijau, taman dan danau 50% dari total luas area 100 hektare. Juga dilengkapi area komersial seluas 10 hektar, yang tidak hanya untuk memenuhi kebuthan penghuni, tetapi juga warga sekitar.

Dalam mengembangkan hunian di Bandung Selatan APLN mengadopsi konsep Woodbridge Lake Irvine di California. “Kami akan memasarkan hunian dengan harga di atas Rp1 miliar. Detail proyek akan kami ungkapkan sebelum launching,” kata Agung.

APLN optimis di tahun 2017 ini akan mampu meningkatkan angka penjualan menyusul membaiknya berbagai indikator makro ekonomi Indonesia. “Kami perkirakan penjualan residensial tahun 2017 ini meningkat 10% dibanding sebelumnya. Sementara tahun depan bisa meningkat lebih tinggi lagi, yakni sekitar 20%,” kata Agung.

Tahun 2018, selain mengembangkan proyek baru, APLN akan melanjutkan penjualan proyek-proyek eksisting seperti seperti Podomoro Golf View (PGV) Cimanggis, Borneo Bay City Balikpapan, Podomoro City Deli Medan, Vimala Hills Bogor, Orchad Park Batam, dan Grand Taruma Karawang. YS

mpi-update.com