Perluas Lahan 300 Hektar, Harvest City Rilis Masterplan Baru

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Dwikarya Langgeng Sukses, pengembang Harvest City, mendapat izin penambahan lahan 300 ha menjadi total 1.350 ha sehingga merilis masterplan baru, Minggu (29/10/2017). Perumahan berskala kota (township) yang gerbang pertamanya ada di Jl Raya Cileungsi-Jl Transyogi (Jl Alternatif Cibubur), Kabupaten Bogor (Jawa Barat), ini, kata Chief Executive Officer (CEO) Harvest City Henry Nurhalim, 80 persen lahannya ada di Kabupaten Bekasi dan 20 persen di Kabupaten Bogor.

CEO Harvest City Henry Nurhalim (kiri) dan Komisaris Henny Hendrawan menunjukkan masterplan baru Harvest City di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/10). (Foto: Dok. Harvest City)

CEO Harvest City Henry Nurhalim (kiri) dan Komisaris Henny Hendrawan menunjukkan masterplan baru Harvest City di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/10). (Foto: Dok. Harvest City)

Salah satu perubahan paling mencolok pada master plan baru itu adalah penambahan area komersial dan bisnis (CBD) dari 70 ha menjadi 400 ha, dengan 200 ha di antaranya merupakan central business district (CBD). Perubahan itu dilakukan sebagai respon terhadap pembangunan jalan tol lingkar luar Jakarta (JORR) 2 Cimanggis (tol Jagorawi)–Cibitung (tol Jakarta–Cikampek) atau Cimaci yang salah satu gerbangnya ada di Jalan Raya Setu dekat areal Harvest City yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

Perluasan areal itu diikuti rencana pelebaran bulevar utama perumahan dari gerbang di Jl Raya Cileungsi-Transyogi hingga gerbang kedua di Jl Setu Sari, tidak jauh dari bakal gerbang tol Cimaci di Setu itu, dari empat menjadi enam lajur. Begitu pula gerbang, diperlebar dan dipercantik. Di sepanjang jalan utama perumahan tersebut dikembangkan area komersial, rekreasi-olah raga-pendidikan, life style dan bisnis. Yang sudah ada antara lain Harvest Box, lapangan futsal, area rekreasi air, sekolah, resto, dan ruko. Yang akan dan sedang dibangun outbound Hobbit Hill, Kampung China, Narma Supermarket, Gegaz Gokart dan danau Harvest Walk.

“Kami siapkan anggaran Rp100 miliar untuk redesign master plan dan penambahan fasilitas. Kami akan menjadi pusat kota di Bogor Timur,” katanya. Sementara dalam jangka menengah panjang, Harvest City menyiapkan lahan 15 ha untuk pembuatan danau sedalam 25 meter sebagai sumber air baku untuk instalasi pengolahan air bersih mandiri. “Danau itu mampu menampung cadangan air empat juta meter kubik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih penghuni selama tujuh bulan,” jelas Henry.

Harvest City saat ini memasarkan rumah di klaster Sakura Daisuki (300 unit), Sakura Emiko (300 unit) dan Sweet Alba (250 unit) seharga Rp250-400 jutaan/unit. “Penjualannya sangat menggembirakan. Favoritnya tipe 22/60 di Sakura Daisuki karena paling terjangkau. Tujuh bulan dipasarkan sudah terjual 80 persen, dua klaster lain masing-masing 40 persen,” ungkapnya. Sebanyak 70 persen pembeli adalah end user (membeli untuk dihuni sendiri) dari Cibubur, Bogor, Bekasi dan Jakarta Timur.

Tahun ini Hervest City menargetkan penjulaan Rp400 miliar. Tiga bulan menjelang tutup tahun sudah tercapai Rp320 miliar (80 persen). “Kami akan kejar 20 persen sisanya dalam tiga bulan ini, yang mudah-mudahan tercapai karena banyak fasilitas baru yang akan dan telah kita luncurkan, sehingga diharapkan mendongkrak minat pasar karena melihat prospek investasi di kawasan meningkat,” terangnya.

Penurunan bunga acuan Bank Indonesia menjadi 4,5 persen diharapkan Henry makin mendorong iklim bisnis properti tahun 2018 menjadi lebih baik. “Nanti kita akan luncurkan dua klaster baru dengan tipe rumah terkecil 29 m2 dan rumah menengah ukuran 100-200 m2 seharga mulai dari Rp1 miliar per unit,” pungkas Henry.

housing-estate.com