Desain Ramah Lingkungan dan Proses Daur Ulang Ada di Gedung Ini, Keren Kan?

Big Banner
King Abdullah Petroleum Studies and Research Centre yang Didesain oleh Zaha Hadid Architects (Rumah123/Dezeen)

Biro arsitek asal Inggris, Zaha Hadid Architects merilis sejumlah rancangan pusat studi dan riset King Abdullah Petroleum Studies and Research Centre. Bangunan ini akan berdiri di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Zaha Hadid Architects merupakan firma yang berdiri pada 1980. Mendiang Zaha Hadid menjadi founder biro ini.

Baca juga: Teknologi Ramah Lingkungan Diaplikasikan Pada Perluasan Bandara London

Zaha Hadid Architects mendesain bangunan King Abdullah Petroleum Studies and Research Centre dengan rancangan segi enam seperti madu yang dihasilkan lebah.

Bangunan ini menjadi tempat bagi para pakar untuk meneliti transisi saat mencari sumber energi yang berkelanjutan di salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Pusat studi dan riset ini memang mempunyai misi melakukan riset penggunaan energi yang efektif.

Baca juga: Kantor Masa Depan yang Modern, Ramah Lingkungan, dan Punya Akses Publik

Bentuk bangunan berupa segi enam memang sengaja dirancang agar bangunan bisa diperluas dan dikembangkan di masa depan. Desain bangunan ini memang unik pada kedua sisi bangunan dan juga atap dengan keberadaan skylight.

King Abdullah Petroleum Studies and Research Centre memiliki luas 70.000 meter persegi. Gedung ini memiliki beberapa ruangan seperti pusat pengetahuan energi, ruang komputer, ruang konferensi, perpustakaan, dan mesjid.

Baca juga: Stadion Baru Sacramento Kings yang Ramah Lingkungan

Bangunan ini juga dirancang bisa meminimalisasi penggunaan energi di tengah panasnya padang pasir Arab Saudi. Arsitek mendesain bangunan agar bisa mengurangi dampak dari silaunya dan panasnya matahari.

Bagian atap didesain memiliki solar panel. Nantinya, ada penyimpanan energi sinar matahari yang bisa mencapai 5.000 megawatt per tahun. Air yang digunakan dalam gedung ini juga akan didaur ulang dan digunakan kembali di dalam gedung.

Baca juga: Mantap Nih! Thailine Menjadi Ruang Publik yang Ramah Lingkungan

Meski berada di tengah padang pasir, namun gedung ini juga memiliki ruang publik di tengah bangunan yang dilindungi oleh kanopi. Namun, kalau udara terlalu panas, para peneliti bisa menggunakan selasar di bawah tanah saat pindah ruangan.

Wow, keren ya bangunan bisa dirancang sesuai dengan cuaca dan iklim sekitarnya. Mantap banget kan, sudah seharusnya desain bangunan seperti ini kan?

Baca juga: Wow, Begini Nih Kombinasi Tradisi Arsitektur Tiongkok dan Desain Ramah Lingkungan?

By the way, Indonesia kan memiliki cuaca yang panas dan berangin, ada nggak sih bangunan yang memanfaatkan sinar matahari dan angin sebagai sumber energi?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me