Surabaya Raih Penghargaan “Global Green City”

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sekali lagi Surabaya mendapat penghargaan berskala internasional. Kali ini dari The Global Forum on Human Settlements (GFHS), sebuah lembaga nirlaba yang berkomitmen dalam pembangunan kota dan permukiman secara berkelanjutan, terutama di negara-negara berkembang. Yaitu, United Nations Global Compact dan United Nations Department of Public Information (UNDPI).

Para pemenang “2017 Sustainable Cities and Human Settlements Awards”. Tampak di barisan kedua di tengah berjilbab Walikota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: GFHS)

Para pemenang “2017 Sustainable Cities and Human Settlements Awards”. Tampak di barisan kedua di tengah berjilbab Walikota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: GFHS)

Kota Pahlawan itu mendapat penghargaan untuk kategori “Global Green City”. Penghargaan diterima Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada acara the 2017 Sustainable Cities and Human Settlements Awards (SCAHSA), bagian dari pertemuan GFHS ke-12 di New York, Amerika Serikat, 30-31 Oktober 2017. Surabaya tidak sendiri. Juga menerima penghargaan untuk kategori itu adalah Kota Mannheim (Jerman) dan Kabupaten Wuyi (Propinsi Zhejiang, Tiongkok). Penghargaan itu diberikan karena kota-kota tersebut dinilai mempunyai kemajuan pesat dan inovasi, serta pengalaman yang baik dalam membuat wilayahnya lebih hijau dan berkelanjutan.

Dalam sambutan pembukanya, Mara Angélica Murillo-Correa, Senior Programme Officer of Intergovernmental Affairs, United Nations Environment Programme (UNEP) New York Office, mengatakan, “Kami di UN Environment percaya bahwa kota dan permukiman adalah bagian dari solusi. Inovasi, kekuatan ekonomi dan kepadatan penduduk dalam skala ekonomi tertentu akan menjadi hal terbaik untuk menemukan kembali pola produksi dan konsumsi guna mengurangi kerusakan lingkungan. Untuk itu kita perlu memadukan semua hal tekait perencanaan, perancangan dan pengelolaan kota-kota dan permukiman.”

Hal senada dinyatakan Lu Haifeng, Secretary General of the Global Forum on Human Settlements, bahwa the United Nations Habitat III telah mengidentifikasikan, pemerintahan kota yang inovatif, perencanaan yang efektif dan pengelolaan pembangunan ruang kota adalah kunci penting dari pembangunan kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Anggota dewan juri Arab Hoballah, Senior Sustainability Expert, former Chief of Sustainable Lifestyles, Cities and Industry Branch at UNEP, menjabarkan, proses penjurian berlangsung dalam satu tahun, berdasarkan sejumlah indikator dan kritera. Dinilai secara terbuka dan jujur oleh sejumlah ahli, di mana kepesertaan pada ajang ini berdasarkan kesukarelaan. Diikuti 200 peserta dari seluruh penjuru dunia, sudah terpilih 23 pemenang dari enam kategori utama.

Selain kategori Global Green City, kategori lain adalah Global Model of Urban Renewal yang dimenangi Smart Retro Lahti (Finlandia) dan Global Model of Green Mobility diberikan kepada Massive Bicycle Parking Facilitiei di Mexico City, kategori the Global Low-Carbon Ecological Scenic Spots untuk Zipline Adventure Tours di St Thomas, Virgin Islands (AS), dan Changshan Sanqu Stone Forest Scenic Area di Zhejiang, Tiongkok. Kategori Global Human Settlements Model of Community diberikan kepada Meixi Lake Project (China State Construction Engineering Corporation Ltd.) MudanGe (Suntown Technology Group Cooperation Limited) serta proyek perencanaan lot 8-6 dan Metropolin Mansion di Nanjing, Jianye District, Tiongkok.

Adapun Haikou Mission Hills Centreville, Tiongkok, memenangi penghargaan kategori the Global Model of Green Cultural Commercial Complex. Sementara CGPV Industrial Building System Industrial Park di Malaysia meraih penghargaan Global Model of Green Building Industrialization. Untuk kategori the Global Human Settlements Award on Planning and Design diraih Reimagining Public Spaces, Mumbai-India, Sustainable Improvement of Romani Settlements di Bulgaria, dan Wonderland, Prime Orienting, Harbin International Agricultural Exhibition Center (China Vanke) di Tiongkok.

Tiga penghargaan khusus lain diberikan kepada Serge Salat, President of Urban Morphology and Complex Systems Institute, Paris, juga Trust for Social Achievement, Bulgaria, dan Nyesom Ezenwo Wike, CON, GSSRS, Gubernur Rivers State, Nigeria, untuk kategori the Global Human Settlements Outstanding Contribution. Lalu kategori Global Human Settlements Model of Green Technology diberikan kepada produksi Tiongkok, konsentrat Masterbatch yang mengandung kalsium karbonat, kategori Model of Green Business kepada Kamar Dagang Santa Monica, AS, atas kontribusinya dalam model pengembangan bisnis berkelanjutan.

Sumber: GFHS

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me