Gedung Milik Li Ka-shing Pecahkan Rekor Transaksi Termahal Sejagat

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – The Center, gedung ke-5 tertinggi di Hong Kong, baru saja laku terjual USD5,15 miliar atau lebih dari Rp69 triliun. Nilai transaksi itu disebut-sebut sebagai transaksi realestat komersial termahal sedunia. Pembelinya CHMT Peaceful Development Asia Property Limited, sebuah konsorsium perusahaan yang tercatat di British Virgin Islands. Konsorsium itu membeli dari Li Ka-shing, pemilik CK Asset Holdings, konglomerat terkaya di Hong Kong yang memang sedang mengurangi aset-asetnya di Hong Kong.

The Center (Foto: CTBUH)

The Center (Foto: CTBUH)

Sudah sejak satu tahun yang lalu Li mencari pembeli dan penantiannya itu berbuah manis. Pasalnya oleh penilai kala itu, the Center (73 lantai) ditaksir hanya 35 miliar dolar Hong Kong atau Rp60 triliun. Banyak investor asal Tiongkok, termasuk salah satu BUMN terbesar di Tiongkok, the Industrial & Commercial Bank of China (ICBC), meminatinya. Namun transaksi tidak pernah terjadi, karena pemerintah Tiongkok mempunyai kebijakan membatasi pengiriman modal dan akuisisi agresif ke luar negeri.

Menurut laman CK Asset Holdings, perusahaan induk pemilik the Center, konsorsium tadi dikomandani China Energy Reserve & Chemical Group yang berbasis di Beijing. Beranggotakan sejumlah investor, namun 45 persennya adalah pebisnis Hong Kong seperti David Chan Ping-chi, Chairman of Acme Groupknown yang juga dikenal sebagai “Raja Kaset”, dan Lo Man Tuen, Chairman of the Wing Li Group. Konon salah satu anggota the Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC) atau badan penasihat pemerintah Tiongkok, juga anggota konsorsium tersebut.

The Center berlokasi di Central, kawasan bisnis termodern Hong Kong. Berdiri sejak tahun 1998, gedung ini berfungsi sebagai gedung kantor (111.483 m2) yang dilengkapi dengan pusat belanja (1.200 m2) dan 402 lot parkir. Desainnya modern, berkonstruksi baja dan tanpa struktur utama beton. Lobby-nya cukup ikonik, karena masuk dalam film seri Batman, the Dark Knight (2008). Berstatus strata (unitnya dijual) sebagian, CK hanya menguasai 48 lantai. Pemilik lainnya adalah Guoco Group, pengembang asal Malaysia (11 lantai) yang kemudian menjual sembilan di antaranya kepada DBS Group Holdings Co, bank asal Singapura. Lantai 60 dan 79 juga sudah terjual tapi tidak disebut siapa pembelinya.

Selain the Center, Li sudah menjual sejumlah asetnya di Shanghai, Beijing dan Guangzhou sejak 2013, dengan nilai total USD3 miliar.

Menurut pengamat, penjualan the Center dalam waktu yang tepat. Yakni, adanya permintaan besar-besaran terhadap gedung perkantoran di Hong Kong oleh perusahaan-perusahaan asal Tiongkok. Dan menurunnya nilai tukar yuan terhadap dolar AS makin mendorong perbankan dan perusahaan finansial Tiongkok Daratan memarkir dananya ke bisnis real estat.

Contohnya, China Life Insurance Co yang tahun lalu mengambil ruang di One HarbourGate milik Wheelock & Co senilai 5,85 miliar dolar Hong Kong (Rp10 trilun). Lalu pengembang kedua terbesar di Tiongkok, China Evergrande Group, membeli Mass Mutual Tower (26 lantai) di daerah Wan Chai milik Chinese Estates Holdings senilai 12,5 miliar dolar Hong Kong (Rp21,6 triliun).

Menurut Vincent Cheung, Deputy Managing Director for Asia Valuation and Advisory at Colliers International, “Ini menunjukkan pasar properti komersial Hong Kong masih kompetitif dan tampaknya tidak terpengaruh oleh harga yang tinggi.”

Sumber: Bloomberg & CNN

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me