Pengin Punya Rumah di Bandung? Agung Podomoro Land Tawarkan Podomoro Park Buah Batu

Big Banner
Gambaran wujud unit hunian dua lantai besutan pengembang Agung Podomoro Land. Foto: Rumah123/APLN

Sampai saat ini Bandung masih berdaya magnet bagi para pencari hunian, terutama bagi kamu-kamu yang punya aktivitas bisnis atau sekolah di Kota Kembang ini. Ingat, setiap weekend dan hari libur, Bandung ga pernah sepi pelancong, kan?

Podomoro Park Buah Batu berdiri di lahan seluas 100 hektare dan akan diluncurkan pada kuartal pertama 2018. Proyek baru PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) ini berlokasi di Bandung Selatan. Lahan seratus hektare tersebut bakal digarap menjadi rumah tapak berkonsep green natural living. Hampir 50% dari total lahan yang ada akan dijadikan kawasan hijau terbuka dan danau.

Sekitar 10 hektare dari lahan tersebut akan dikembangkan APLN menjadi proyek komersial untuk mendukung kawasan perumahan tersebut. Properti komersial ini nantinya akan berupa destinasi kuliner (food & beverage destination), rumah toko, klinik, dan sekolah.

Baca juga: Agung Podomoro Luncurkan Apartemen Orchard View, Minat?

Podomoro Park Buah Batu akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama, akan dibangun tiga klaster perumahan yang terdiri atas sekitar 500 unit. Meskipun belum diluncurkan, APLN sudah mulai melaksanakan uji-pasar dengan menawarkan Nomor Urut Pemesanan (NUP).

Assistant Vice President Strategic Marketing APLN, Agung Wirajaya, mengatakan, dari hasil tes pasar yang mereka lakukan, proyek Podomoro Park Buah Batu mendapat sambutan baik dari konsumen. “Terbukti, satu klaster yaitu Amagriya Eka sebanyak 200 unit habis dipesan oleh agen dan broker dari Bandung,” kata Agung, seperti dikutip Kontan.co.id, Selasa (7/11/2017).

Baca juga: Perumnas Bangun Hunian TOD Antapani Bandung, Target Rampungnya 2019

Animo pasar yang cukup baik tersebut, membuat APLN cukup percaya diri untuk meluncurkan Podomoro Park Buah Batu pada awal tahun depan. Tahap pertama hunian dari proyek yang menyasar segmen menengah ke atas ini ditawarkan mulai Rp1,1 miliar hingga Rp3,5 miliar.

Tiga klaster yang akan diluncurkan tahun depan yakni Amagriya Eka dan Amagriya Dwi dengan ukuran mulai 6 x 15 meter, serta klaster premium Anapuri Eka yang berukuran mulai 8 x 20 meter. Seluruh tipe tersebut merupakan rumah tapak dua lantai.

Menurut Agung, target serah-terima hunian tahap pertama maksimal dalam 36 bulan sejak diluncurkan. Selama pembangunan tahap pertama ini, perusahaan pengembang ini akan juga mengembangkan kawasan komersial secara bertahap. Pengembangan proyek ini diperkirakan memakan waktu paling lama 10 tahun. Tertarik?

rumah123.com