Hunian TOD Perlu Fasilitas Untuk Anak

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Pengembangan hunian dekat stasiun menjadi tren yang banyak dilakukan pengembang. Sejumlah pengembang BUMN dan swasta kini tengah mengembangkan apartemen diintegrasikan dengan stasiun atau dikenal dengan  transit oriented development (TOD). Beberapa proyek TOD itu antara lain di Stasiun Tanjung Barat, Pondok Cina, , Juanda, dan Senen yang digarap Perumnas, PT PP, dan PT Wijaya Karya. Ketiganya bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pengelola lahan.

Tika Bisono (Foto: sindonews.com)

Tika Bisono (Foto: sindonews.com)

Beberapa proyek TOD lainnya dikembangkan PT Adhi Karya di dekat stasiun kereta api ringan atau light rail transit (LRT). Dengan tinggal di kawasan TOD akses transportasinya mudah dan ringkas karena terhindar dari kemacetan di jalan. Tapi yang perlu diperhatikan adalah dukungan fasilitas terutama untuk proses tumbuh kembang anak.  Menurut psikolog Tika Bisono, di setiap hunian TOD  harus tersedia tempat bermain anak yang aman dan nyaman.

“Jangan mentang-mentang huniannya di atas stasiun terus stasiun jadi tempat main anak-anak. Saya tidak yakin konsep seperti ini baik untuk perkembangan anak, TOD ini sepertinya hanya bagus untuk orang dewasa sehingga belum tentu merupakan hunian ideal untuk keluarga,” ujar Tika kepada housingestate.com di Jakarta, Rabu (8/11).

Selain itu perempuan kelahiran Bandung 1 Oktober 1960 ini juga mengingatkan perbedaan gaya hidup di hunian vertikal (apartemen) dengan rumah biasa. Yang jadi masalah belum ada keseriusan dari beberapa pihak terkait untuk menyosialisasikan budaya tinggal di hunian vertikal.

“Ini bisa bahaya, main pindah-pindah saja ke apartemen, sementara menggunakan lift saja belum terbiasa. Tampaknya keren tinggal di apartemen, di TOD, memang kita bisa cepat beradaptasi? Sebaiknya hal-hal itu disiapkan dulu (sebelum) kita heboh tinggal di apartemen,” tegasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me