Bobby Mantu Presiden; Dari Peternak Lele Kini Developer Properti

Big Banner

Bisnis properti kini menjadi prioritas utama. Kendati demikian, Bobby tak menutup mata bahwa dirinya masih harus belajar banyak, terutama mengenai perkembangan dinamika bisnis properti di Tanah Air. Pria murah senyum bernama lengkap Bobby Afif Nasution kini sangat terkenal. Pasalnya Bobby baru saja menikahi putri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bernama Kahiyang Ayu. Banyak orang yang kemudian mencari tahu sosok mantu Jokowi yang lahir di Medan, 5 Juli 1991 ini, termasuk pekerjaan yang digelutinya.

Bobby adalah seorang entreprenur. Ia mengawali langkahnya di dunia usaha dengan modal menjual dua mobil pribadi untuk usaha kecil-kecilan, seperti beternak ikan lele, bebek, tambak udang, berbisnis telur asin, hingga mengikuti Multi Level Marketing (MLM). “Saya terjun ke dunia usaha karena saat kuliah nilai saya tidak begitu gemilang sehingga saya melakukan gerakan baru untuk memberanikan diri berkecimpung ke dunia bisnis,” ujar Bobby.

Bobby yang keturunan Mandailing, Sumatera Utara, merupakan anak dari pasangan mantan Direktur Utama PTPN IV Erwin Nasution (Alm) dan Ade Hanifah Siregar. Ia merampungkan pendidikan dasar di SD Muhammadiyah 2 Pontianak pada 2003 lalu, sementara SMP dan SMA ia habiskan di Bandar Lampung. Setelah lulus SMA, ia memutuskan hijrah ke Jawa, persisnya di Bogor untuk melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) hingga mencapai tingkat S-2 Magister

Manajemen Bisnis.

Bagi Bobby, bisnis adalah tempat di mana ia harus dapat melihat kesempatan dan peluang yang bisa diambil. “Semua itu dapat dilaksanakan jika terdapat pasar yang memiliki potensi serta didukung dengan adanya sumber daya yang memadai,” kata Bobby.

Enam tahun silam, tepatnya pada tahun 2011, Bobby mulai menekuni bisnis properti. Awalnya hanya merenovasi gedung perpustakaan Sekolah Dasar di Medan, kemudian mengembangkan rumah tapak, hingga akhirnya mengembangkan Malioboro City di Yogyakarta. “Di kurun 2011 hingga 2012, bisnis properti sangat bagus. Kemudian memasuki 2013 properti mulai terlihat lesu, tetapi tak sampai membuat terkapar,” kata lelaki yang memiliki prinsip hidup ‘learning by doing’ ini.

Di Medan, sudah sekitar 100-an rumah yang ia bangun. Bagi Bobby, berbisnis properti bisa membantu banyak orang. Properti adalah salah satu sektor penggerak lokomotif ekonomi. Sektor properti mampu menciptakan multiplier effect cukup besar. Data BI menunjukkan, ada sekitar 170 industri barang dan jasa yang terlibat dalam sektor properti, mulai dari jasa arsitek, industri semen, material, besi baja, saniter, jasa konstruksi, bahkan perbankan, dan tentu pasar tenaga kerja.

Meski demikian, Bobby juga memperhitungkan jumlah lahan yang semakin berkurang untuk hunian. Untuk itu, di daerah padat penduduk, apartemen adalah solusi terbaik. “Properti sebaiknya menggunakan lahan yang sedikit untuk bisa menampung penghuni yang lebih banyak. Sehingga apartemen yang paling cocok. Jika banyak lahan digunakan untuk hunian, maka akan banyak lahan pertanian yang tergerus,” kata Bobby.

Bergabung dengan Takke Group Pada 2016 lalu, Bobby bergabung dengan Takke Group, pengembang properti yang menggarap apartemen Gardenia Bogor serta dua apartemen di Bekasi: Kemang View dan Metro Galaxy Park. Di proyek apartemen Gardenia Bogor, Bobby memiliki saham 20% dan menjadi Direktur Marketing. “Saya mengenal pemilik Takke Group yakni Bapak Lauren melalui ayah,” kata Bobby.

Saat ini penjualan apartemen Gardenia Bogor sudah mencapai 700 unit dari total 1.539 unit. Dalam memasarkan apartemen Gardenia Bogor, Bobby mengaku banyak menggunakan media sosial. “Perkembangan dunia e-commerce sangat pesat. Di sisi lain, Gardenia Bogor menargetkan pangsa pasar anak muda sebagai penghuni.
Dengan demikian, penggunaan media sosial dan influencer dapat memberikan dampak yang cukup efektif bagi penjualan,” ujar Bobby.

Akhir September lalu, Takke Group melakukan prosesi topping off atau tutup atap untuk tower Raflesia dan tower Bougenvile apartemen Gardenia Bogor. Selanjutnya, pengembang akan mulai melakukan pengerjaan tahap finishing, agar target serah terima unit pada pertengahan 2018 dapat terpenuhi.

Takke Group membangun apartemen Gardenia Bogor diatas lahan seluas 1,3 hektare yang hanya terdapat dua tower. Masing-masing tower memiliki ketinggian 25 lantai yang merangkum sebanyak 1.539 unit dengan berbagai type. Jumlah unit itu terbagi di tower Raflesia sebanyak 465 unit dan tower Bougenvile sebanyak 1074 unit. Apartemen Gardenia Bogor tepatnya berada di Jalan KS. Tubun Raya (atau yang lebih dikenal dengan jalan Raya Jakarta – Bogor) No. 102, Kota Bogor. Lokasinya dekat dengan exit tol Sirkuit Sentul dan tol Sentul Selatan.

Bobby mengatakan, Bogor memiliki banyak keunggulan dibanding daerah penyangga Jakarta lainnya. Disamping mudah diakses melalui tol Jagorawi, Bogor juga memiliki sarana transportasi yang sangat lengkap. Baik transportasi jalan raya maupun commuter line yang saat ini sudah menjadi pilihan utama warga Bogor.

“Bogor mempunyai infrastruktur kota yang bagus dan juga memiliki latar belakang budaya baik yang terpatri di setiap masyarakatnya. Dengan kesejukannya, membuat Bogor menjadi pilihan sebagai lokasi terbaik untuk mendirikan hunian. Kota Bogor masuk kedalam deretan kota-kota terbaik di Indonesia,” ujar Bobby.

Selain unggul dalam hal aksesibilitas dan lengkapnya transportasi, Bogor juga dikaruniai alam yang berbukit dengan hawa sejuknya. Hal ini juga yang menjadi keunggulan apartemen Gardenia Bogor yang menawarkan sebagai hunian mewah dengan fasilitas sekelas hotel bintang lima. Apartemen ini dikelilingi oleh pemandangan ke Gunung Salak, Gunung Gede, dan Gunung Pancar. Pemandangan ini bisa menghilangkan rasa penat setelah seharian melakukan aktifitas.

“Apartemen Gardenia Bogor bukan hanya nyaman dihuni tapi juga menguntungkan sebagai instrumen investasi properti. Ada beberapa perguruan tinggi di sekitarnya yang memiliki ribuan mahasiswa. Setiap tahunnya akan banyak mahasiswa baru yang mencari tempat tinggal di sekitar kampus,” ujar Bobby.

Sebagai hunian dan investasi, unit-unit apartemen Gardenia Bogor ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Konsumen yang sudah membeli pada penjualan perdana tahun 2014 lalu dengan harga Rp180 juta untuk tipe Studio dengan ukuran 20 m2, saat ini sudah mengantongi keuntungan hampir 100 persen. “Harga unit untuk tipe Studo saat ini ditawarkan Rp300 jutaan dan ada juga tipe 2 bedroom dengan 2 ukuran yang berbeda,” kata Bobby.

Keutamaan lainnya apartemen Gardenia Bogor adalah memiliki lahan parkir yang sangat luas. Guna mengakomodir kebutuhan penghuni, lahan parkir yang disediakan mencapai 24.578.71 m2. Kapasitas parkirnya mampu menampung sebanyak 729 unit mobil dan 233 unit motor, dengan perbandingannya adalah 1:2. Artinya, setiap 2 unit apartemen mendapatkan 1 lot parkir. “Jarang sekali apartemen yang menawarkan parkir dengan perbandingan tersebut, kecuali beberapa apartemen kelas atas,” kata Bobby.

Sedangkan fasilitas yang ada di apartemen Gardenia Bogor antara lain, kolam renang, jogging track, taman bermain, fitness center, sky garden, keamanan 24 jam, dan area komersial. Untuk kawasan komersial yang akan dibangun seluas 1000 m2, terdiri dari beberapa unit ruko yang akan menjadi pusat lifestyle dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan penghuni maupun warga sekitar.

Bisnis properti kini menjadi prioritas utama bagi Manajer Klub Medan Jaya ini. Kendati demikian, Bobby tak menutup mata bahwa dirinya masih harus belajar banyak, terutama mengenai perkembangan dinamika bisnis properti di Tanah Air. “Saya akan menekuni bisnis properti dan terus belajar sehingga bisa menjadi pengembang besar,’ kata Bobby. MPI/YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com