Laporan Pertumbuhan Bisnis Properti Parung Panjang (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi November 2017 menurunkan laporan pertumbuhan bisnis di prung Panjang. Disebutkan, meski dekat dari Jakarta dan nempel dengan Tangerang, pembangunan Parung Panjang justru jauh tertinggal. Namun, revitalisasi Stasiun Parung Panjang dan aktifnya jalur ganda Parung Panjang-Maja telah mengubah kawasan ini. Teraktual, Parung Panjang menjadi “surga baru” bagi bisnis properti juga pencari hunian murah.

Parung Panjang merupakan kecamatan paling barat Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang tengah menggeliat. Kawasan yang memiliki luas 7.118,06 hektar ini terdiri dari 11 desa seperti Cibunar, Cikuda, Dago, Kabasiran dan lainnya. Sisi utara Parung Panjang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang, sedangkan sebelah barat, selatan dan timur bersinggungan dengan kecamatan Tenjo, Cigudeg dan Ciseeng-Bogor.

Sejatinya, Parung Panjang direncanakan sebagai kota penyangga Jakarta seperti Tangerang dan Depok sejak era Soeharto, namun hal tersebut belumlah terealisasi. Nyatanya, Parung Panjang hanya menjadi jalur perlintasan truk-truk penambang batu dan pasir dari Cigudeg dan Ciseeng menuju Tangerang dan Jakarta.

Melintasnya kendaraan besar yang kerap disebut transformer oleh masyarakat sekitar membuat jalur utama perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan Banten itu acap kali rusak. Bukan hanya itu, udara sekitar jalur perlintasan juga selalu berdebu sehingga membuat pembangunan Parung Panjang mandeg.

Meski sudah adanya peraturan pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengatur waktu perlintasan truk-truk besar itu, namun dirasa belum efektif. Karena itu, masyarakat bersama stakeholder berharap pemerintah provinsi merelokasi jalur armada penambang agar Parung Panjang segera melesat seperti Tangerang atau Depok.

Hunian Menjamur

Jika sebelumnya Parung Panjang kerap dipandang sebelah mata, namun sejak beberapa tahun terakhir, Parung Panjang bangkit dari tidur panjangnya. Kini pembangunan berbagai produk hunian tumbuh bak jamur di musim hujan. Bukan hanya rumah subsidi, hunian kelas menengah sudah ready stock. Bahkan ke depan, dua pengembang properti papan atas siap menggarap Parung Panjang.

Dengan konsep kota mandiri dan dijejali fasilitas lengkap, tentu akan melejitkan Parung Panjang sebagai surga binsis properti masa depan. Perum Perumnas bisa dibilang pelopor hunian murah di Parung Panjang. Sebut saja Bumi Parung Panjang, Perum 1 Parung Panjang. Perum 2 Parung Panjang, Perum 3 Parung Panjang dan Perum 4 Parung Panjang sudah bercokol sedari dulu. Rencananya, tahun depan Perum Perumnas akan kembali memasarkan Perum 5 Parung Panjang dekat dengan stasiun dan Perum 1 Parung Panjang.

Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto mengatakan Perumnas berencana memasarkan rumah di kawasan tersebut dengan harga sekitar Rp195 juta. Dalam membangun rumah di dekat stasiun, Perumnas juga menggandeng PT Kereta Api Indonesia untuk pembangunan stasiun. “Nanti di Parung Panjang kita jual Rp 195 jutaan,” ujarnya.

Ekspansifnya Perumnas, diikuti pengembang swasta seperti PT Masa Kreasi juga ikut membuka hunian murah bernama Griya Parung Panjang di Jalan Dago, Parung Panjang. “Kalau pemain lama Perumnas dan Griya Parung Panjang, sedangkan pengembang swasta lain mulai sejak 2013,” ujar Syaifullah Kepala Desa Kabasiran.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me