Penjualan SCG Naik Tapi Laba Turun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – SCG Indonesia, perusahaan produsen semen asal Thailand, selama sembilan bulan pertama tahun 2017 membukukan penjualan sebesar Rp8,1 triliun. Angka itu naik 15% (y-o-y) sebesar Rp2,9 triliun dari periode sama tahun sebelumnya. Tren positif itu terutama dipicu dari pertumbuhan bisnis chemical.

(Kiri-Kanan) : Roongrote Rangsiyopash, President and CEO of SCG bersama dengan Chaovalit Ekabut, Vice President Finance and Investment & CFO of SCG mengumumkan Hasil Kinerja 9 Bulan Pertama Tahun 2017 di Bangkok

(Kiri-Kanan) : Roongrote Rangsiyopash, President and CEO of SCG bersama dengan Chaovalit Ekabut, Vice President Finance and Investment & CFO of SCG mengumumkan Hasil Kinerja 9 Bulan Pertama Tahun 2017 di Bangkok

Kinerja SCG Indonesia itu turut berkontribusi mempertahankan tren positif  penjualan perusahaan induk kendati tipis. Total penjualan SCG global selama sembilan bulan pertama tahun 2017 sebesar 9,8 miliar dolar AS atau Rp130,5 triliun. Peningkatan nilai penjualan ini dipengaruhi meningkatnya harga chemical dunia. Tapi tren positif penjualan ini tidak sejalan dengan laba perusahaan yang justru turun tipis tiga persen menjadi Rp11,7 triliun.

Roongrote Rangsiyopash, Presiden dan CEO SCG, menyebutkan, turunnya laba perusahaan itu karena persaingan ketat dan pelemahan bisnis cement building materials di pasar Thailand. Ia juga menyatakan aktifitas ekspor menyumbang 27% dari pendapatan gabungan SCG.

Konglomerat bisnis asal Thailand SCG mengumumkan Hasil Kinerja 9 Bulan Pertama di 2017 yang  menunjukkan sedikit penurunan laba dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (y-o-y). Dari bisnis bahan kimia dan semen yang dirajainya, laba SCG untuk 9 bulan pertama tahun ini tercatat Rp 11.707 Miliar (US $ 1.239 juta), turun 3% y-o-y, dari persaingan yang ketat serta pelemahan bisnis cement building materials di pasar Thailand. Sedangkan pendapatan dari penjualan meningkat 4% y-o-y menjadi Rp 130.532 Miliar (US $ 9.849 Juta), sebagian besar mencerminkan harga chemical yang lebih tinggi. Aktifitas ekspor menyumbang 27% pendapatan gabungan SCG sebesar Rp86 triliun. Kawasan Asia Tenggara (ASEAN), di luar Thailand, menjadi pasar paling potensial dengan kontribusi 24% dari seluruh pendapatan SCG.

Selain itu pendapatan dari produk dan layanan bernilai tambah tinggi (high value-added) juga makin meningkat. Untuk itu SCG mengalokasikan dana Rp928 miliar di bidang penelitian dan pengembangan (R&D) untuk mengembangkan inovasi produk dan layanan lebih baik.  Kerja sama dengan jaringan start-up di seluruh dunia juga ditingkatkan melalui investasi oleh AddVentures, sebuah perusahaan yang menyediakan modal ventura bagi perusahaan-perusahaan (company’s corporate venture capital). SCG baru-baru ini menginvestasikan funds of funds melalui modal ventura kelas dunia untuk mendorong pertumbuhan ekosistem start-up berkesinambungan di wilayah ASEAN. “Kami terus mendorong strategi bisnis untuk  merespon transformasi digital dengan memanfaatkan internet of things (IoT) yang dapat mengefisienkan bisnis,” imbuh Roongrote.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me