Jual Rumah yang Masih KPR, Emang Bisa?

Big Banner
Foto: Rumah123/iStock

Kamu lagi butuh uang banget karena ada kebutuhan yang mendesak harus dibayar, semisal tagihan rumah sakit atau tagihan utang pada seseorang, atau kamu sudah tak sanggup membayar cicilannya lagi karena jobless. Ga ada lagi yang bisa dijual selain rumah yang sedang kamu tempati itu. Ya, udah jual aja! Eits…! tapi rumah tersebut masih dalam masa Kredit Pemilikan Rumah (KPR), gimana caranya bisa dijual?

Rumah yang sudah kamu beli menggunakan fasilitas KPR meskipun cicilannya belum lunas sebenarnya sudah jadi milik kamu. Namun,  karena proses pembeliannya dengan KPR, maka Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah masih ditahan pihak bank sebagai jaminan atas KPR-mu itu.

Untuk mendapatkan SHM tersebut, tentu saja kamu harus melunasi utang KPR-mu kepada bank. Jika kamu gagal bayar alias banyak tunggakan cicilannya, pihak bank pemberi KPR akan menyita rumahmu. Namun, selaku pemilik rumah tersebut, kamu masih bisa kok berupaya menjualnya meski KPR-nya belum lunas.

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan agar Ga Ketipu Beli Rumah Over-Kredit

Berikut ini cara menjual rumah yang masih dalam KPR yang bisa kamu coba:

Melunasi KPR Segera (Lebih Cepat)

Cara ini paling gampang. Kamu melakukan pelunasan awal terhadap sisa utang KPR-mu agar mendapatkan SHM, jadi bisa menjual rumah secepatnya kepada pihak lain. Akan ada denda/penalti akibat pelunasan dipercepat ini.

Biasanya jumlah denda ini akan lebih kecil daripada sisa bunga pinjaman yang masih harus kamu lunasi dalam masa cicilan normal (sesuai tenor semula). Sebab, umumnya denda ini akan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari sisa jumlah pokok utang KPR-mu.

Baca juga: Take Over KPR yang Aman dan Menguntungkan, Pasti Mau Dong!

Menjual Rumah Lebih Dulu, Melunasi Sisa KPR Kemudian

Bisa saja kamu menjual rumah yang masih KPR itu kepada orang lain. Kemudian, setelahnya, kamu melakukan pelunasan sisa KPR kepada pihak bank agar SHM-nya bisa kamu ambil untuk diserahkan kepada si pembeli.

Akan tetapi, jangan lupa memberitahukan kepada calon pembeli tentang hal ini agar proses jual-beli berjalan lancar. Ada dua pilihan:

Pertama, si pembeli yang melakukan pelunasan kepada pihak bank, sehingga SHM rumah tersebut bisa diambil dan status rumah akan berubah secara otomatis menjadi bukan jaminan lagi.

Kedua, si pembeli membayarkan sejumlah dana kepada kamu selaku penjual. Sebagian dari dana tersebut kamu bayar untuk melunasi KPR, sehingga SHM bisa diambil dan diserahkan kepada pembeli. Sisa dananya jadi hak kamu selaku penjual.

Setelah proses pelunasan KPR kepada pihak bank dan sisa pembayaran masuk ke kantongmu selaku penjual, maka selesaikan transaksi ini dengan akad jual-beli di hadapan notaris.

Baca juga: Mau Take Over KPR? Bisa Kok!

Melakukan Over-Kredit KPR

Kamu juga bisa menjual rumahmu yang masih KPR itu dengan cara over-kredit KPR ke pihak pembeli. Ada dua caranya:

Pertama, mengambil alih KPR di bank yang sama di mana si pembeli akan melanjutkan pinjaman KPR di bank yang sama.

Kedua, menggunakan KPR Take-Over dan si pembeli melanjutkan pinjaman KPR di bank yang berbeda.

Proses ini butuh sejumlah biaya, sehingga penting bagi kamu untuk memahami dan memperhitungkannya dengan cermat sejak awal.

Baca juga: Jangan Takut Ga Sanggup Bayar Cicilan KPR, Ada Solusinya Kok!

Masih Bingung? Lakukan 5 Tips Ini:

Pertama, hitung sisa cicilan KPR-mu dengan cermat.

Kedua, lakukan penilaian ulang (appraisal, yang biasanya dilakukan oleh pihak bank) atas nilai rumahmu untuk menentukan harga jual yang pantas.

Ketiga, jelaskan kepada calon pembeli secara rinci sejak semula mengenai status rumahmu yang masih KPR, sehingga pembeli tahu konsekuensi dan risiko yang akan ditanggungnya bila ia tetap ingin membeli rumahmu.

Keempat, kalau berniat menjual secara over-kredit, pertimbangkan apakah mau di bank yang sama atau bank lain? Melakukannya di bank yang sama tidak selalu mudah. Namun, kalau dilakukan di bank yang berbeda akan ada biaya yang cukup besar.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me