Kayak Apa Sih Rumah untuk Gelandangan yang Didesain Mahasiswa Arsitektur?

Big Banner
Rumah untuk Gelandangan yang Didesain oleh Mahasiswa Arsitektur Universitas Yale (Rumah123/Dezeen)

Sebuah rumah berukuran 92 meter baru saja diselesaikan di kawasan Upper Hill, New Haven, Amerika Serikat. Rumah ini memiliki dua lantai.

Rumah ini mempunyai dua kamar tidur yang berada di lantai satu dan lantai dua. Rumah ini tidak memiliki banyak ruang.

Baca juga: Kota Brasilia Jadi Karya Monumental Arsitek Legendaris Oscar Niemeyer

Rumah ini dibuat dari material kayu, hampir seluruhnya dari material kayu. Hal ini dilakukan agar bisa menghemat biaya pembangunan.

Para mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Yale ikut serta dalam mendesain dan membangun rumah ini. Rumah ini menjadi bagian proyek dan mata kuliah para mahasiswa.

Baca juga: Keluar dari Pakem, Arsitek Richard Meier Desain Bangunan dengan Fasad Hitam

Para mahasiswa ikut serta dalam mendesain bangunan yang efisien dalam dana dan rancangan yang fleksibel dalam penggunaan material, serta dalam metode konstruksi. Sebelumnya, para mahasiswa dibagi dalam beberapa tim.

Masing-masing memberikan presentasi rancangan rumah. Hanya satu desain yang dipilih. Setelah itu, pembangunan rumah pun dimulai.

Baca juga: Arsitek dan Pakar Konstruksi Investigasi Penyebab Kebakaran Grenfell Tower

Rumah dibangun di atas tanah kosong. Rumah ini diperuntukkan bagi mereka yang kesulitan memiliki hunian, lebih tepatnya para gelandangan.

Proyek ini bernama First Year Building Project yang digagas oleh Charles W. Moore, Dekan Fakultas Arsitektur Universitas Yale dari 1965 hingga 1971. Dia bekerja sama dengan staf pengajar lainnya, Kent Bloomer.

Baca juga: Rumah Keren Arsitek Spesialis Stadion, Yuk Main ke Sini

Proyek ini berubah nama menjadi Jim Vlock First Year Building sesuai dengan nama sponsor program. Program ini juga bekerja sama dengan Columbus House, sebuah organisasi non profit yang melayani para gelandangan.

Nantinya, rumah ini akan memilih dua penyewa. Satu ruangan studio untuk penyewa lajang, sementara keluarga kecil bisa menyewa unit dua kamar tidur.

Baca juga: Menikah dengan Hamish Daud yang Arsitek, Kira-kira Kayak Apa Ya Rumah Raisa?

Columbus House akan membantu sebagian biaya sewa, sedangkan sisanya dibayar sendiri oleh penyewa. Columbus House sudah menjalin kerja sama selama lima tahun.

Hmm, bagus juga ya kalau mahasiswa dan mahasiswi arsitektur dilibatkan dalam sebuah proyek nirlaba. Mereka bisa belajar mendesain, sekaligus mempraktikkan ilmunya untuk merancang bangunan yang keren. Penyewa juga bisa mendapatkan hunian yang terjangkau, bagus, dan layak.

Baca juga: Kolaborasi Para Arsitek Atasi Perubahan Iklim, Yuk Berbuat Sesuatu untuk Planet Bumi

Kira-kira ada nggak sih program serupa di Indonesia? Kan banyak tuh jurusan arsitektur di Indonesia, masa sih nggak mau berkontribusi untuk mendesain hunian yang keren untuk gelandangan.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me