Rotan Rasa Kontemporer

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Kemasan rotan tradisional dengan visi kontemporer yang mendunia

Jika ingin dikenal dan dihargai dunia, jadilah desainer rotan”. Begitu nasihat Yuzuru Yamakawa, pemilik Yamakawa Rattan di Cirebon, yang diingat desainer produk Abie Abdillah saat mengunjungi pabriknya. Kurang dari 10 tahun sejak kunjungannya itu, Abie berhasil membuktikan kata-kata Yamakawa. Melalui StudioHiji yang digagasnya tahun 2014, Abie mengkhususkan diri dalam pengembangan desain mebel berbasis bahan baku rotan.

kursi kursian

Tahun 2016 salah satu kursi karyanya berjudul Lukis Chair resmi mengisi koleksi Cappellini, merek furnitur ternama di Milan (Italia) yang kini dipimpin generasi keduanya Giulio Cappellini. Kursi berlengan yang terinspirasi dari raket bulutangkis zaman dulu yang berbahan rotan itu, dipajang berdampingan dengan furnitur karya desainer kawakan dunia dalam Milan Design Week, April 2016. “Awalnya Lukis Chair dikembangkan untuk kompetisi Indonesia Furniture Awards (2011). Saya tidak menyangka tahun ini bisa menembus dunia melalui koleksi Cappelini,” kata lulusan Desainer Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) itu. Abie makin bangga karena Cappellini mempercayakan produksi kursi rotannya tetap dilakukan di Indonesia.

Ketertarikan Abie mengolah rotan juga didorong oleh menurunnya industri rotan di Tanah Air. “Hampir 80 persen kebutuhan rotan di dunia dipenuhi dari Indonesia. Tapi industri rotan di sini justru sekarat. Tak ada lagi ketertarikan konsumen menggunakan furnitur rotan,” jelas peraih Singapore Furniture Design Award (2011), Innovative Craft Awards dari Thai Support of Art and Craft Act (2015), dan Rising Design Talents Maison et Objet Asia (2015), itu. Desain yang kuno, mudah rusak, tidak nyaman dipakai menjadi alasan klasik konsumen meninggalkan perabot rotan.

tampilan desain rotan yang kontemporer untuk memberikan pilihan dan menarik orang untuk mengetahui materialnya. Menurutnya, rotan adalah material yang sangat jujur dan elastis sehingga memerlukan kepekaan dalam mendesainnya. Untuk mengangkat kesan modern, rotan alami dikombinasikan dengan bahan logam dan kulit pada bagian sambungan, serta permainan warna-warna yang cerah. Ia juga memastikan perabot nyaman dipakai secara ergonomis. “Kalau sudah menarik sebagai furnitur, industri rotan bisa bergairah lagi,” ujarnya. Di dalam negeri StudioHiji juga telah digandeng produsen furnitur lokal Vivere untuk menciptakan koleksi rotan. Selain bekerja sama dengan perusahaan mebel menawarkan jasa desain, StudioHiji juga menjual langsung produk-produk hasil rancangannya kepada konsumen. Koleksinya dihargai Rp1,2–10 juta per unit atau set. Berikut beberapa koleksi furnitur rotan yang dipamerkan di acara peluncuran StudioHiji bertajuk Dignifying Indonesian Rattan akhir November 2016 di Jakarta.

1 rotan curvo chair

1 rotan curvo chair

2 Lukis Chair Cappellini Roosa Vivere

2 Lukis Chair Cappellini Roosa Vivere

3 Roosa Vivere

3 Roosa Vivere

4 Loop Lounge chair

4 Loop Lounge chair

5 Mantis Low back chair

5 Mantis Low back chair

6 Mantis High back chair

6 Mantis High back chair

Sumber : Majalah Housing Estate Edisi Januari 2017

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me