Pasar Lesu, Graha Natura Tetap Laku

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Kendati situasi pasar lesu sejak tahun 2014, perumahan menengah atas Graha Natura (80 ha) besutan PT Intiland Development Tbk di Lontar, Surabaya Barat, Jawa Timur, tetap diminati pasar kendati tidak cepat. Klaster Edenia (5 ha/190 unit) yang dilansir Maret 2016 misalnya, saat ini sudah terjual 150 unit. Klaster ini berisi rumah dua lantai berukuran 74–180 m2 di atas kaveling dengan lebar 6–18 meter dan panjang 15–18 meter seharga Rp1,8–2,5 miliar/unit sudah termasuk PPN.

Graha Natura | dok. Majalah Housing Estate

Graha Natura | dok. Majalah Housing Estate

“Tahun lalu penjualannya cukup bagus, tahun ini malah menurun,” kata Reni Mariska, General Manager Graha Natura yang didampingi Marketing Manager Bara Ilmika, kepada housingestate.com di Surabaya akhir pekan lalu. Ia menyebutkan, rumah-rumah di klaster itu cukup laku karena ukurannya lebih kompak dan harganya lebih terjangkau dibanding rumah-rumah di Graha Natura sebelumnya yang umumnya berukuran 200 sampai 300-an meter persegi (m2) seharga di atas Rp2,5 miliar. “Konsumennya kebanyakan pasangan muda. Sekitar 60 persen membeli dengan kredit pemilikan rumah (KPR),” lanjutnya.

Kelebihan Graha Natura yang membuat konsumen suka, dikembangkan dengan konsep hijau dilengkapi taman-taman termasuk taman buah yang saat ini sudah mulai berbuah serta instalasi pengolahan limbah rumah tangga kolektif. “Ada fasilitas komersial tapi hanya sedikit. Proyek dikembangkan lebih untuk hunian,” jelas Reni. Kelebihan lain, akses perumahan akan makin bagus menyusul rencana pembangunan jalan lingkar dalam barat Surabaya.

Master plan Graha Natura sudah disesuaikan dengan tata ruang kota itu. Nanti bulevar utama perumahan kita hubungkan dengan jalan lingkar (menuju pusat kota Surabaya) itu,” katanya. Selain Edenia, untuk hunian Graha Natura juga masih memasarkan rumah di beberapa klaster lama seperti Morning Glory, Magnolia, dan Garden Ville. Tipenya 146-307 m2 di atas kaveling 81-375 m2 seharga Rp2,7–8,7 miliaran/unit.

Soho juga laku

Rumah yang dikombinasi dengan ruang usaha atau small office home office (SOHO) juga laku. Soho 2 Natura (38 unit) misalnya, sejak dilansir akhir tahun lalu saat ini tinggal sembilan unit. Bangunannya tiga lantai berukuran 4,5 x 20 m2 dan 5,5 x 20 m2. Lantai satu untuk ruang usaha, lantai 2-3 untuk hunian. Harga unit tanpa finishing (tanpa plafon, lantai plester rabatan, dan tanpa sekat dinding ruangan) dan lantai satu tidak disewakan Rp4,33 miliar. Sedangkan harga tanpa finishing dengan lantai satu disewakan selama lima tahun melalui pengembang Rp3,86 miliar.

“Setelah dibeli lantai satu bisa dikembalikan kepada Intiland untuk disewakan selama lima tahun. Sekarang kita lagi cari penyewa (untuk SOHO Natura). Tahap awal mungkin (penyewa yang mau membuka) toko yang menjual kebutuhan sehari-hari,” kata Bara. Sebelumnya Graha Natura sudah melansir Soho Natura (27 unit) yang sudah habis dan saat ini sudah terbangun dan beberapa sudah beroperasi. Pasar menyambut produk Soho itu karena perumahan makin ramai dihuni dan adanya rencana pembangunan jalan lingkar itu.

Demikian pula produk rumah besar yang dilengkapi kolam renang yang diluncurkan awal 2017 sebanyak 15 unit, diminati pasar. “Sekarang tinggal dua unit,” ujarnya. Bangunannya 215 – 281 m2 di atas kaveling 9 x 25 m2 dan 10 x 25 m2 dengan kolam renang berukuran 7 x 3, 8 x 3, dan 10 x 3 m2 tergantung tipe rumah. Harga rumahnya Rp5–6 miliar per unit. Serah terima rumah direncanakan Oktober 2018.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me