Menhub Janjikan Ini Di Kota Publik Maja Banten

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, pemerintah sangat serius mengembangkan kota-kota baru di Indonesia, salah satunya Kota Publik Maja (10.000 ha), Lebak, Banten, karena sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Stasiun kereta komuter Maja, Lebak, Provinsi Banten (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

Stasiun kereta komuter Maja, Lebak, Provinsi Banten (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

“Maja ini mimpi pemerintah yang dikerjakan bersama swasta. Akan jadi kawasan (hunian dengan konsep) transit oriented development (yang mengintegrasikan hunian dengan jalur transportasi missal atau TOD), pemerintah sudah kembangkan masterplan-nya dan nanti swasta yang mewujudkannya,” katanya saat meresmikan kawasan CitraMaja Raya (2.000 ha), salah kota baru di Kota Publik Maja, besutan PT Ciputra Residence (Ciputra Group), Sabtu (18/11), bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Tampak hadir antara lain Chairman Ciputra Group Ciputra, Presdir Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata, dan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia ((DPP REI) Soelaeman Soemawinata.

Kota Publik Maja akan dikembangkan sebagai kota mandiri untuk kaum menengah ke bawah ditambah sedikit menengah dan menengah atas, dilengkapi semua fasilitas kota dan properti lain seperti area komersial, perkantoran, hiburan, rekreasi, dan lain-lain serta infrastruktur pendukungnya.

CitraMaja Raya yang sudah mengembangkan hampir 10 ribu rumah dan ruko sejak akhir 2015 belasan ribu dan sebagian sudah terbangun, juga didikembangkan dengan konsep itu. Proyek akan diintegrasikan dengan stasiun kereta komuter Maja yang sudah dibangun baru sejak akhir tahun lalu menyusul pembangunan jalur kereta ganda dari Serpong hingga Parung Panjang, Maja dan Rangkasbitung. Dati stasiun Maja ke stasiun Tanah Abang (Jakarta) dengan kereta komuter hanya 1,5 jam, sedangkan ke kawasan kota baru untuk kalangan menengah atas Serpong dan Pondok Aren di Tangerang Selatan (banten) hanya 45–60 menit.

Budi menyebut beberapa proyek infrastruktur yang akan dibangun di Maja. Antara lain pembangun jalur kereta ganda dari Jakarta hingga Serang dan Merak, dari saat ini baru sampai Rangkasbitung. Bahkan, jalur kereta di wilayah Banten yang tadinya sudah ditutup akan dibuka kembali untuk semakin membuka kawasan. “Kereta adalah sebuah keniscayaan (transportasi di masa depan) dan sangat ideal diterapkan di megapolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan wilayah sekitarnya seperti Jawa Barat dan Banten,” katanya.

Nantinya jalur kereta itu terintegrasi dengan jalan tol dan sistem transportasi massal di dalam kota Jakarta seperti kereta ringan atau light rail transit (LRT), mass rapid transit (MRT), dan bus rapid transit (BRT) atau busway. Akan dibangun juga jalan tol dari Maja ke Serang dan Bandara Soekarno Hatta yang akan membuat waktu tempuhnya menjadi 45 menit.

“Jadi konsep besarnya tahun 2025 seluruh kereta, jalan tol, LRT, MRT, BRT, dan lainnya itu sudah saling terkonseksi sehingga mau ke manapun ke segala penjuru kota tidak bersusah payah lagi. Contoh yang dalam waktu dekat akan diterapkan adalah di Dukuh Atas, di pusat bisnis Jalan Jenderal Sudirman (Jakarta). Bulan depan akan ada kereta ke bandara dari Dukuh Atas. Bayangkan nanti Maja juga akan seperti itu. Jadi hunian dengan konsep TOD dan terkoneksi (dengan berbagai kawasan melalui transportasi massal),” tutur Budi.

housing-estate.com