PP Properti Bangun Megaproyek Aerocity di Kawasan Dua Bandara

Big Banner

 

Jembatan dengan desain menawan di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, sebuah hunian yang dibangun PP Properti. Foto. Rumah123/Dharma Wijayanto

PT PP Properti Tbk gencar melakukan ekspansi bisnis. Kali ini pengembang properti ternama ini berekspansi ke kawasan bandar udara (bandara) baru, yakni Bandara Kertajati, Jawa Barat dan Bandara Kulonprogo, Yogyakarta.

Di Kertajati, PP Properti berkolaborasi dengan anak usaha PT Bandara International Jawa Barat (BIJB) yaitu PT BIJB Aerocity Development untuk mengembangkan lahan seluas 300 hektare. Lahan ini akan dikembangkan menjadi kawasan mixed use yang akan terdiri atas hotel, apartemen, kantor, dan bangunan pendukung bandara lainnya.

Baca juga: PP Properti Buktikan Proyek Huniannya Diminati Konsumen

Tahap pertama, PP Properti akan mengembangkan apartemen terlebih dahulu yang akan dijual nantinya ke perusahaaan maskapai.

“Rencananya di Kertajati kami akan bangun apartemen dulu tahun depan, nanti dijual ke maskapai untuk asrama pegawai seperti paramugarinya,” kata Vice President Realty PP Properti, Tjakra D Puteh, seperti dikutip Kontan.co.id, Minggu (19/11/2017).

Menurutnya, luas lahan yang akan dikembangkan di Bandara Kertajati akan diperluas hingga 3.000 hektare. Sementara itu, PP Properti dan BIJB akan mengembangkan lagi lahan seluas 2.700 hektare.

Baca juga: PP Properti Selalu Tawarkan Proyek dengan Harga Kompetitif

Lokasi lahan tersebut berada di sepanjang exit Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sampai Bandara Kertajati. “Dari tol Cipali ke Kertajati panjangnya ada sekitar empat kilometer,” kata Tjakra.

Bagaimana dengan yang di Bandara Kulonprogo? PP Properti berencana mengembangkan kawasan Aerocity seluas minimal 300 hektare. Namun, Tjakra belum bisa mengungkapkan seperti apa mekanisme pengembangan lahan tersebut, apakah lewat kerja sama dengan pemiliki lahan ataukah mengakuisisi sendiri tanah masyarakat.

Baca juga: Sensasi “Ramadan on The Bridge” di Grand Kamala Lagoon

Kawasan Aerocity Bandara Kuloprogo tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan mixed use pendukung bandara. Selain hunian, hotel dan perkantoraan, juga akan dibangun pergudangan logistik.

Pengembangan Bandara Kulonprogo ditargetkan rampung pada kuartal kedua 2019. Sedangkan Bandara Kertajati juga sedang dalam tahap pengembangan saat ini dan ditargetkan bisa beroperasi pada pertengahan 2018.

Selain akan mengembangkan Aerocity, PP Properti juga terus berekspansi di area-area kampus dan pengembangan kawasan hunian Transit Oriented Development (TOD).

 

rumah123.com