Indonesia Property Forum, Bahas Tren Masa Depan Industri Properti Nasional

Big Banner

 

(Dari kiri ke kanan) Shoeb Kagda (Founder Indonesia Economic Forum), Po Soen Kok (Chariman Pollux Property), Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI), Mochtar Riady (Founder & Chairman Lippo Group), SD Darmono (Founder & Chairman Jababeka Group), Satchin Gopalan ( Co-Founder Indonesia Property Forum) berfoto bersama ssat peluncuran P50 di Indonesia Property Forum, Kamis (30/11/2017) di Hotel Shangri-la. Foto: Rumah123/Indonesia Economic Forum

 

Indonesia Economic Forum menggelar Indonesia Property Forum (IPF) 2017 di Shangri-la Hotel pada Kamis (30/11/2017). Forum Properti pertama di Indonesia ini ditujukan bagi para pemimpin di sektor properti demi mengantisipasi tren dan peluang di industri properti Indonesia.

 

“Meskipun pertumbuhan ekonomi secara rata-rata dinilai rendah, namun berbagai proyek properti terus berlangsung. Pada saat yang sama, pemerintah Indonesia juga melakukan investasi secara signifikan dalam infrastruktur yang sangat dibutuhkan dan sangat penting sebagai pendukung bagi sektor properti,” kata Sachin Gopalan, Co-Founder Indonesia Economic Forum.

 

Baca juga: Investasi yang Untungnya Nyampe 80 Persen, Cuma di Properti!

 

Di mata Gopalan, dalam satu dekade ke depan, peluang industri properti akan berkembang dan berubah. Apakah bisnis properti masih layak? Ada persoalan serius yang timbul akibat kita salah memahami berbagai aspek perubahan yang cukup rumit saat ini, yakni tren dan peluang, yang semuanya dapat meningkatkan kemungkinan pengambilan sebuah keputusan yang tidak fokus.

 

“Pada akhirnya dapat memengaruhi bisnis properti secara signifikan, termasuk kebutuhan modal, arus kas, dan profitabilitas,” katanya.

 

Sedangkan menurut Kagda, pergeseran demografis juga akan berdampak besar terhadap sektor properti mendatang. “Urbanisasi yang cepat, cluster living, meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah, dan bangkitnya industri baru, kesemuanya itu akan membentuk industri properti dalam beberapa dekade ke depan dan berkontribusi pada percepatan pertumbuhan yang luar biasa,” kata dia.

 

Kecenderungan tersebut ditambah faktor teknologi, akan menempatkan Indonesia sebagai pusat utama inovasi dan gagasan baru dalam sektor properti.

 

Baca juga: Apa Kata Iwan Sunito tentang Bangkitnya Pasar Properti Indonesia Saat Ini?

 

Pada sesi pertama IPF, selain Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, juga tampil sebagai pembicara Po Soen Kok (Chariman Pollux Property),  Mochtar Riady (Founder & Chairman Lippo Group), SD Darmono (Founder & Chairman Jababeka Group), dan Anindya Bakrie (CEO Bakrie Group Group). Sedangkan Shoeb Kagda (Founder Indonesia Economic Forum) sebagai moderator.

 

Pembicara Internasional yang hadir antara lain Pendiri dan Chairman Covai Properties India Col Achal Sridharan, Direktur China Harbor (CCCG) Shen Chao, Pendiri The Digital Marketing Bureau and UK property futurist James Dearsley, dan CEO Pollux International Li Wen Xiu.

 

Baca juga: Bahkan Bank China pun Tergiur Properti Indonesia

 

IPF yang pertama ini sekaligus meresmikan P50, yakni sebuah komunitas bagi para pemimpin bisnis di sektor properti dari seluruh dunia. Mereka telah berkontribusi bagi pertumbuhan dan perkembangan negara masing-masing. Mereka adalah individu yang menciptakan konsep inovatif untuk memecahkan tantangan negara mereka dalam kebutuhan perumahan, bangunan komersial, kawasan industri, dan infrastruktur.

 

P50 merupakan platform untuk bertukar gagasan dan pemikiran guna menemukan solusi baru bagi tantangan yang dihadapi masyarakat dan negara. Adapun Asian Business Insight, PTE-Singapura yang mengelola program dan kegiatan P50. Untuk bergabung di P50, melalui undangan.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me