Perkembangan Karawang Di Tengah Maraknya Infrastruktur (2)

Big Banner

Kesempatan yang terbuka lebar ini tentunya menarik perhatian pemain-pemain besar yang selama ini menguasai bisnis properti di Jakarta. Director of Economics and Planning Design+Planning PT Aecom Indonesia, Utami Prastiana menuturkan, pengembangan hunian secara masif mulai terjadi sejak 2010. Dua tahun kemudian permintaan dan penjualan meroket tajam.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) contohnya. Saat melansir Summarecon Emerald Karawang seluas 28 hektar. Tak sampai hitungan hari, sejumlah 453 unit rumah di klaster perdananya ludes terserap. Sebelumnya, Karawang menerima ekspansi PT Agung Podomoro Land Tbk (Tbk) pada tahun 2014. APLN mengakuisisi Grand Taruma Karawang, dan sukses menjual rumah dengan harga miliaran Rupiah. Dalam waktu bersamaan, mereka juga mengembangkan Podomoro Industrial Park seluas 500 hektar.

Djarum Group, melalui PT Bukit Muria Jaya Estate, membangun Karawang Resinda seluas 300 hektar yang dilengkapi hotel bintang empat senilai Rp300 miliar. Pemain lainnya yang tak kalah besar adalah Lippo Group. Mereka membangun Karawang Jabar Industrial Estate. Demikian halnya dengan Sinarmas Land dengan Karawang International Industrial City.

Teranyar, salah satu pengembang yang juga mencoba peruntungannya di sini adalah Pollux Properties Indonesia dengan membangun kawasan central business district (CBD) pertama di Karawang seluas 42 Ha bernama Pollux Technopolis. Kawasan ini nantinya akan mengintegrasikan antara hunian, rumah toko, perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, universitas, dan laguna terbesar di Asia yang terbagi dalam 6 zona.

Tak kurang, sebesar Rp50 triliun investasi yang akan dikeluarkan Pollux untuk menggarap mega proyek dengan tagline The Smartest City in Indonesia ini. Untuk pembangunan tahap pertama, Technopolis akan menghadirkan lima menara apartemen bertajuk Kairaku Residences dan 368 ruko bernama Dotunburi Shopping Street.

Melihat skala proyek yang dikembangkan tersebu, maka tak heran, jika Pollux Technopolis digadang-gadang akan menjadi ikon baru untuk kawasan Karawang. Rencana pembangunan 60 tower sedang disiapkan melalui grand master plan Pollux Properties Indonesia. Selain itu, Pollux Technopolis juga memanfaatkan infrastruktur Kereta Cepat Jakarta-Bandung dimana pemberhentiannya akan menyambung di Shopping Mall Pollux Technopolis.

“Proyek sebesar Pollux Technopolis di Karawang belum ada sebelumnya. Saya lihat bagus ada pengembang yang menjadi pionir, berani mengembangkan proyek dengan skala besar. Karawang dari segi industrinya sudah cukup besar dan Pollux Technopolis akan menjadi ikon baru di Karawang,” ujar Ketua DPD REI Jawa Barat, Irfan Firmansyah. MPI DW/ Riz

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com