Perkembangan Karawang Di Tengah Maraknya Infrastruktur (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia, edisi Desember 2017 menurunkan laporan perkembangan kawasan Karawang, Jawa Barat. Disebutkan, Karawang merupakan salah satu pusat industri di Indonesia, oleh karena itu banyak infrastruktur yang dibangun di kawasan yang sempat didapuk sebagai daerah lumbung padi nasional dan sekitarnya untuk mendukung pertumbuhan industri di Karawang.

Saat ini kawasan Karawang telah bersalin rupa. Banyak infrastruktur yang sedang dibangun , di antaranya jalan tol layang, LRT, MRT dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Karena alasan itulah banyak investor yang mulai melirik kawasan Karawang sebagai lokasi untuk membiakkan asset mereka.

Hasan Pamudji, Associate Director Knight Frank-Indonesia, Mangatakan untuk jangka panjang, investasi sektor properti di kawasan Karawang masih menjanjikan. Hal ini dampak dari dikembangkannya sejumlah proyek infrastruktur strategis skala besar di Jawa Barat.

Hasan mencontohkan, apabila proyek Pelabuhan Laut Dalam di Patimban dan Bandara Internasional Kertajati benar-benar terealisasi, kawasan industri utama di Cikarang dan Karawang sudah pasti akan meningkat nilai jualnya. Kawasan Karawang juga akan berkembang cepat jika ditunjang oleh perekonomian melalui pertumbuhan kawasan industri atau pabrik.

Area ini awalnya tercatat sebagai salah satu sentra utama produsen beras hingga mendapat predikat sebagai daerah lumbung padi nasional. Namun, seiring perkembangan waktu yang dibarengi oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor industri, daerah ini mengalami transisi konversi lahan dari pertanian menjadi kawasan industri, hunian maupun komersial.

Belakangan, Pemerintah Kabupaten Karawang memutuskan untuk tidak lagi mengeluarkan izin perumahan dalam satu tahun ini atau hingga 2018 berakhir. Kebijakan tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang disahkan oleh DPRD Karawang pada 17 Oktober 2017 lalu. Keputusan tersebut diambil akibat terus menyusutnya lahan sawah yang berakibat menurunnya pasokan beras yang dihasilkan oleh Karawang.

CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, menuturkan, Karawang sejatinya merupakan daerah potensial di koridor timur Jakarta, di luar kawasan Bekasi dan Cikarang. Karawang semakin dilirik mengKawasan ingat kabupaten ini dilintasi Jalan Tol Trans Jawa (Tol Cikopo-Palimanan), Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa, dan kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Maka tidaklah mengherankan jika kabupaten seluas 1.652 kilometer persegi dengan jumlah populasi 2,28 juta jiwa (2014) itu, kini semakin dilirik pengembang dan investor properti. Selain itu, sektor industri di Karawang juga terus tumbuh. Hal ini ditandai pendirian pabrik-pabrik baru oleh perusahaan domestik dan multinasional di kawasan-kawasan industri.

Menurut data Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) setidaknya terdapat sembilan kawasan industri besar di Karawang. Kawasan industri tersebut antara lain Karawang International Industrial City (KIIC), Bukit Indah City, Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Jabar Industrial Estate, Podomoro Industrial Park, Kawasan Industri Kujang, Karawang Industri Mitrakarawang, GT Tech Park Karawang, dan Artha Industrial Hill.

Dengan banyaknya kawasan industri tersebut, tentunya beragam industri yang berdiri diatasnya mempekerjakan ribuan karyawan dan ekspatriat. Pada gilirannya, keberadaan mereka ini mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang berujung pada naiknya kebutuhan akan hunian.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com