Properti Outlook 2018: Ini Proyeksi Pelaku Usaha Properti

Big Banner

Majalah Propertgi Indonesia edisi Desember 2017 menurunkan outlook bisnis properti tahun 2018. Disebutkan bahwa secara keseluruhan, pasar properti diperkirakan akan terus berjalan dengan moderat dan stabil di paruh pertama 2018, dengan kecenderungan pemulihan di paruh selanjutnya.

Tahun 2018 dianggap sebagai periode stabilitas untuk pasar properti dikarenakan keadaan pasar yang sudah mengalami siklus periode perlambatan sejak akhir 2013. Nah, seberapa besar peluang bisnis dan bagaimana prediksi pasar di sektor properti tahun 2018? Untuk memastikan hal tersebut Properti Indonesia merangkum sejumlah proyeksi dari para pelaku usaha di sektor properti Indonesia.

Properti membaik karena Faktor Kebutuhan dan Meningkatnya penghasilan Gregorius Gun Ho, Direktur Utama GNA Grup memprediksi jika sektor properti di tahun 2018 akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Sebab, pada tahun sebelumnya, yakni di tahun 2015-2016 properti sudah mengalami penurunan. Berdasarkan timingnya, setelah properti mengalami penurunan, nantinya akan reborn atau bangkit kembali. Hal tersebut didorong kebutuhan dan penghasilan yang lebih baik.

Lesson to The Market, Lesson to The Customer

CEO Strategic Development & Service Sinar Mas Land, Ishak Chandra, memproyeksi, jika geliat properti sejak 2016, 2017 akan tetap sama hingga 2018 mendatang. Menurut Ishak, situasi ini baru akan kembali membaik setelah pemilihan Presiden pada 2019 mendatang.

Karena itu diperlukan beberapa strategi untuk menyiasati pasar, salah satunya dengan strategi “lesson to the market, lesson to the customer” atau pelajari pasar dan pelajari konsumen. Ketika masyarakat ingin membeli properti pasti didasari oleh sejumlah pertimbangan.

Pada dasarnya mereka memiliki uang, karena itu kemauannya yang harus digali. Yang perlu diingat, pasar saat ini masih ragu, apakah iklim industri properti sama hingga 2019, karena itu mereka memilih wait and see.
Menyasar TOD dan End User

Dirkektur Utama Wika Realty, Agung Salladin, menuturkan, untuk menyiasati pasar properti pada 2018 mendatang, para pengembang harus mempertimbangkan keberadaan lokasi sebelum berinvestasi. Untuk wilayah perkotaan, misalnya. Masyarakat lebih menginginkan properti yang dekat dengan akses massal (TOD).

Tapi lain halnya dengan di daerah, tidak terlalu mengutamakan harus dekat dengan TOD, karena biasanya konsumen paling banyak adalah end user, mereka beli untuk dihuni bukan investor. Menurut Agung, konsumen sepert ini bahkan tidak akan terpengaruh dengan situasi politik. Karena itu, dirinya berharap pemerintah terus memberikan kemudahan kepemilikan hunian dengan memberikan bunga yang terjangkau, sehingga hunian dengan segmen middle low akan lebih mudah jualannya di 2018.

Segera berinvestasi di sektor Perkantoran

Senior Technical Advisor Savills Indonesia, Lucy Rumantir mengatakan, saat ini investasi yang tepat adalah di sub sektor perkantoran. Hal ini dikarenakan pasarnya sedang lesu, dimana supply bertambah namun demand nya menurun. Kalau demand kurang otomatis harga turun. Di tahun 2018 tetap office masih layak untuk investasi.

Investasi Data Center dan Modern Warehouse

CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, mengatakan, selain sub sektor residensial dan perkantoran, ada beberapa sub-sektor properti tertentu yang perlu dipertimbangkan untuk investasibagi para pengembang yaitu Data center dan Modern warehouse.

Data center diperlukan, sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan akan penyimpanan data secara elektronik, maka data center merupakan suatu sub-sektor properti komersial yang diprediksikan akan berkembang. Beberapa tipe bisnis yang memerlukan data center untuk penyimpanan data mereka adalah e-commerce, perbankan, asuransi dan IT.

Sementara, untuk Modern warehouse diperlukan seiring meningkatnya sektor e-commerce yang memerlukan ruang penyimpanan memadai dan representative. Oleh karena itu, diperlukan gudang yang modern agar produk- produk yang mereka perdagangkan tersimpan dengan baik serta bebas polusi. MPI Riz/DR/DW/RAG.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me