2018, Hunian di Sydney Naik 4-8%, Investasi Properti dari Sekarang Yuk!

Big Banner
Sky by Crown, salah satu properti karya Crown Group di Australia. Foto: Rumah123/Crown Group

 

Para pembeli properti di Sydney, khususnya dari Kawasan Asia, akan mendapat keuntungan dari kebijakan suku bunga rendah di 2018. Analis properti di sana mensinyalir bahwa penghujung 2017 situasinya mirip dengan akhir 2015 lalu yang keberlanjutannya adalah terjadinya peningkatan sektor properti di 2016. Percaya? Coba simak analisis berikut ini.

Direktur SQM Research, Louis Christopher, percaya bahwa harga rata-rata hunian di Sydney pada 2018 akan meningkat 4-8 persen. SQM Research Pty Ltd adalah organisasi penelitian investasi Australia yang disegani dan mengkhususkan diri menilai data di semua kelas aset utama.

Christoper yang dikenal sebagai “peramal paling akurat di Australia” itu mampu dengan tepat memprediksi mekanisme harga di masa lalu. Dia melihat secara pararel ada kesamaan situasi saat ini (2017) dengan akhir 2015, saat para ahli keliru menyatakan bahwa booming properti di Sydney telah berakhir.

Baca juga: Berminat Investasi Properti di Sydney? Waterfall by Crown Group Tawarkan Investasi Terbaik Nih!

Pada 2015, Australian Prudential Regulatory Authority memaksa bank untuk membatasi pinjaman mereka kepada para investor, sebuah langkah yang kembali dilakukan pada awal tahun ini.

“Bank harus menurunkankan jumlah pinjaman para investornya hingga tidak lebih dari 10 persen dari total pinjaman mereka per tahun,” kata Christopher seperti dikutip dari keterangan tertulis Crown Group kepada Rumah123.com, Senin (4/12/2017).

“Saat bank membuka buku pinjaman mereka pada 2016, pasar mulai berakselerasi. Kami meyakini bahwa situasi bank-bank saat ini berada di bawah ambang batas tersebut dan berada dalam posisi untuk membuka kembali buku pinjaman mereka di 2018 dan pasar akan mulai naik lagi. “

Baca juga: Buat Para Investor, Sydney Bisa Jadi Opsi Masuk ke Pasar Properti Mewah Asia

Laporan moneter terbaru dari Bank Sentral pada 10 November mengantisipasi pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 3,25 persen, sehingga mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga baru pada akhir 2019.

Sementara itu, pendiri McGrath Estate Agents, John McGrath, juga mengantisipasi “pasar normal yang baik” di 2018. “The Manhattan Effect… orang saat ini ingin tinggal lebih dekat dengan tengah kota, itu kuncinya,” katanya.

McGrath juga mengantisipasi kawasan pelabuhan dan pinggiran pantai memiliki performa yang cukup baik. “Di mana saja yang berada di dekat jalur air akan terus mengungguli pasar,” katanya.

Manfaat nyata lainnya bagi pembeli properti di 2018 adalah kebijakan suku bunga rendah yang sangat mungkin terus berlanjut.

 

CEO Crown Group, Iwan Sunito. Foto: Rumah123/Crown Group

 

Mengomentari analisis tersebut, CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan, prakiraan untuk 2018 menunjukkan betapa solidnya pasar properti Sydney di kawasan Asia.

“Para pembeli dan investor dari luar negeri khususnya dari Asia, selalu melihat Australia, terutama Sydney, sebagai surga untuk investasi mereka di wilayah ini,” kata Iwan Sunito

“Kenaikan harga sebesar 4-8 persen yang diprakirakan untuk 2018 adalah bukti sahih bahwa pasar properti di Sydney masih kuat,” kata Iwan lagi.

Baca juga: Buat Para Investor, Sydney Bisa Jadi Opsi Masuk ke Pasar Properti Mewah Asia

Menurut Iwan, memang benar kita mencapai pertumbuhan harga tertinggi di 2015, namun yang paling terpenting adalah pasar terus merespons secara positif setiap tahunnya. “Juga kebijakan dari Australian Reverse Bank dengan bunga rendahnya yang memberi kita keyakinan terhadap pasar,” kata Iwan meyakinkan.

Jadi, siap-siaplah berinvestasi properti untuk 2018 mulai dari sekarang.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me