Tower Pertama Branz Simatupang Habis, Tower Kedua Tinggal 50 Persen

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Tokyu Land Indonesia (TLI) melaksanakan prosesi tutup atap (topping off) apartemen menengah atas Branz Simatupang (1,5 ha) yang dipasarkan sejak akhir 2015 akhir pekan lalu. Apartemen berada di koridor bisnis Jl RA Kartini-TB Simatupang yang dilintasi mass rapid transit (MRT) dan dilingkungi kawasan permukiman elite di Pondok Indah, Kemang, Cilandak, Lebak Bulus, dan Jagakarsa, “Ini kondominium pertama yang dirancang, dibangun dan dikembangkan sepenuhnya oleh perusahaan Jepang. Tidak hanya mewah di luar, tapi nyaman ditinggali,” kata Presiden Direktur TLI Keijo Saito.

Prosesi tutup atap apartemen Branz Simatupang oleh jajaran direksi PT Tokyu Land Indonesia, pengembangnya, dan PT Jaya Obayashi sebagai kontraktor utama, di Jl RA Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017). (Foto: Dok. Tokyu Land Indonesia)

Prosesi tutup atap apartemen Branz Simatupang oleh jajaran direksi PT Tokyu Land Indonesia, pengembangnya, dan PT Jaya Obayashi sebagai kontraktor utama, di Jl RA Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017). (Foto: Dok. Tokyu Land Indonesia)

Apartemen yang menyasar pekerja asing (ekspatriat) asal Jepang ini didesain bergaya Jepang dengan perabot bernuansa Jepang dan material berkelas asal Jepang. Setiap unit dilengkapi dua lift dari Mitsubishi dan fitur handsfree key dari Miwa Lock yang memungkinkan penghuni mengunci dan membuka pintu unit hingga mengaktifkan AC secara otomatis.

“Banyak sekali produk dan teknologi Jepang terbaru yang dikenalkan di apartemen ini, sehingga memudahkan investor menyewakan unitnya ke ekspatriat Jepang yang banyak bermukim di kawasan Pondok Indah, Cilandak, Cipete dan Kemang,” kata Direktur TLI Tai Horikawa kepada housing-estate.com.

Keran airnya dilengkapi Toclas Filter yang berfungsi memurnikan air dari wastafel sehingga aman untuk diminum. Kaca low e-glass diaplikasikan pada sebagian dinding eksterior untuk menahan panas cahaya sinar matahari. Permainan kaca diaplikasikan di ruang penerima tamu atau persis di belakang meja resepsionis karya Seike Torige, seniman kaca asal Jepang yang sudah lama bermukim di Bali. “Nanti resepsionisnya menggunakan tiga bahasa, Indonesia, Inggris dan Jepang,” jelas Tai.

Branz Simatupang terdiri dari dua menara mencakup 381 unit hunian. Menara pertama (South tower) 190 unit berisi tipe 2-3 kamar tidur seluas 123–139 m2 sudah habis terjual, sedangkan menara kedua (North tower) 191 unit tipe 1-2 kamar tidur berukuran 61–123 m2 tinggal 50 persen 1 unit sejak dipasarkan tahun lalu. Harganya Rp2,5–5,8 miliar per unit. Sekitar 80 persen pembelinya investor, sisanya end user. Pengembang memperkirakan harga sewa apartemen sekitar USD3.500 AS atau sekitar Rp47 jutaan per bulan. “Masih lebih terjangkau dibanding apartemen di Pondok Indah yang sudah 4.000 dollar,” ujar Tai. Serah terima unit dijadwalkan Desember tahun depan.

housing-estate.com