Outlook Bisnis Properti 2018: KI Permintaan Terus Meningkat

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Desember 2017 menurunkan outlook bisnis properti 2018. Khusus sub sektor Kawasan Industri dilaporkan permintaan akan terus meningkat. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada 2017 konsentrasi kegiatan industri terbesar masih berada di Greater Jakarta (Bekasi, Tangerang, Bogor), Serang dan Karawang, dimana banyak berdiri perusahaan-perusahaan asing dalam skala besar, selain perusahaan lokal.

Pengembangan bertema industrial township berkembang di Bekasi dan Karawang oleh karena luasnya dan terjangkaunya harga lahan yang tersedia serta padatnya jumlah penduduk di kedua wilayah tersebut yang berpotensi memiliki jumlah tenaga kerja yang banyak dan murah.

Jabodetabek merupakan pusat tenaga kerja dengan skilledlabour (tenaga terampil), sedangkan manual labour banyak ditemukan di wilayah- wilayah selain Jabodetabek. Di luar Jabodetabek, beberapa wilayah yang menjadi gateway distribusi langsung ke luar negeri adalah Surabaya, Medan, Balikpapan, Makassar, Batam, Bintan dan Jawa Tengah.

Luas lahan industri di Jabodetabek sendiri telah mencapai 10,770 hektar, dengan tingkat penjualan lahan industri sekitar 88%. Beberapa sektor yang menjadi demand driver adalah FMCG, Machineries- Metals- Electronics dan Basic Industry.

Hingga semester II/2017, penjualan lahan industri mencatatkan kinerja positif dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun, total penjualan yang tercatat pada triwulan II/2017 seluas 62,81 hektare dengan kontribusi dominan berasal dari penjualan di Bekasi yaitu sekitar 93%.

Proyeksi 2018 Sehubungan dengan kepadatan penduduk yang tinggi serta harga lahan yang mahal dan upah minimum yang cenderung naik oleh karena biaya hidup yang tinggi, Jakarta tidak lagi relevan untuk kegiatan industri- industri besar, melainkan lebih relevan untuk hunian dan komersial.

Hingga 2018, total pasokan lahan industri di Jabodetabek akan mencapai kisaran 11,500- 11,700 hektar atau tumbuh sebesar 1-2% dari 2017. Harga lahan industri akan bergerak secara moderat yaitu sebesar 3-5% hingga tahun 2018 sehingga diprediksikan akan mencapai posisi Rp2,700,000- 2,850,000/ meter persegi.

Harga lahan tertinggi di Bodetabek terjadi di Cikarang karena kawasan ini didorong oleh industrial township yang memiliki fasilitas lengkap seperti halnya perumahan, pertokoan, sekolah, hotel, rumah sakit dibandingkan dengan kawasan industri dalam bentuk klaster industri tunggal. Kawasan timur Jakarta akan diuntungkan dengan keberadaan konstruksi LRT dan jalan layang Cikampek serta express train Jakarta- Bandung untuk mengurangi penumpukan kendaraan di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cipularang.

Selain wilayah Bodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur akan menjadi primadona untuk kegiatan- kegiatan industri sehubungan dengan terjangkaunya harga lahan dan upah tenaga kerja. Sektor logistik merupakan salah satu sektor industri yang masih aktif dan berkembang oleh karena adanya kawasan berikat atau bonded zone di seluruh Indonesia.

Pemain e-commerce akan menjadi pendorong sektor logistik sehubungan dengan kebutuhan akan tempat menyimpan produk- produk yang mereka jual secara on-line. Untuk kawasan Jabodetabek, tenaga terampil atau skilled labor lebih relevan dipekerjakan pada kegiatan industri bersih misalkan pembuatan komponen elektronik, sedangkan manual labour lebih relevan untuk dipekerjakan pada industri manufaktur besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur oleh karena upah minimum yang lebih rendah.

Kota- kota lain yang diandalkan menjadi gateway atau pintu masuk investasi asing sehubungan dengan terjangkaunya upah tenaga kerja dan melimpahnya sumber daya alam adalah Medan, Batam, Bintan, Semarang, Surabaya, Gresik, Mojokerto dan Makasar. MPI Riz

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com