Outlook Bisnis Properti 2018 Ritel: Bersaing Ketat dg. Bisnis Online

Big Banner

Majalah Properti Indonesia edisi Desember 2017 menurunkan outlook bisnis properti 2018. Khusus di sektor ritel disebutkan memasuki persaingan ketat dengan bisnis online.

Tahun 2017 bisa dibilang menjadi tahun kelabu bagi industri ritel. Hal ini setelah beberapa perusahaan ritel seperti 7-Eleven, Matahari Pasaraya, Debenhams dan Lotus memutuskan untuk menutup toko mereka di Indonesia karena pelemahan daya beli masyarakat dan juga shifting economy ke bisnis online.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut pertumbuhan penjualan industri ritel anjlok 20 persen sepanjang kuartal I 2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp40 triliun.

Pada tahun 2017, Jakarta mendapat tambahan tiga pusat belanja baru dengan total lahan ritel sebesar 139.000 m2. Ketiga mal itu dibangun oleh pengembang Agung Podomoro, yaitu Shopping Mall @ Pancoran (8.000 m2), New Harco Plaza (60.000 m2) dan AEON Mall Jakarta Garden City di Cakung, Jakarta Timur.

Mall asal Jepang ini menyumbang 71.000 m2 lahan ritel baru. Sejak beberapa tahun terakhir, sektor ritel di Jakarta memang tak memberikan pertumbuhan signifikan dari segi jumlah pasokan baru, hal ini akibat dampak moratorium pembangunan pusat belanja di Jakarta.

Proyeksi 2018 Di tahun 2018, penambahan pasokan ritel di Jakarta masih belum signifikan yaitu hanya sebesar 3% sehingga total pasokan secara kumulatif mencapai 5,3 juta m2. Dengan permintaan tahunan yang berkisar 70,000-80,000 meter persegi hingga akhir 2018, maka tingkat hunian akan cenderung stabil di kisaran 92%.

Kalangan menengah terutama dalam usia produktif di bawah 30 tahun yang sedang bertumbuh akan terus mendorong permintaan terhadap produk- produk dan jasa- jasa tertentu misalkan gadget, fashion, lifestyle, traveling dan entertainment.

Retailer asing masih akan terus mengincar pasar di Indonesia seperti IKEA, Miniso, Uniqlo, H&M, GS Retail, Lotte dan Aeon Group. Pertumbuhan online retail yang cukup pesat, mengakibatkan berkurangnya kebutuhan space retail secara umum, sehingga harga sewa akan tertekan sebesar 4-5%, yaitu di kisaran Rp700,000-750,000/ meter persegi/ bulan.

Pusat perbelanjaan dengan konsep family dan lifestyle misalkan playland dan alfresco dining dan memiliki jam operasional yang lebih panjang dengan skala besar, akan lebih dapat bertahan karena memiliki variasi yang lebih beragam dan dapat menikmati waktu rekreasi lebih lama.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com