Sukses dan Sehat dengan 11 D Ala Ciputra

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pebisnis properti Ciputra (86 tahun) mengungkapkan kebahagiaannya bisa mencapai usia 86 tahun dan sukses membesarkan Ciputra Group dan grup usaha lain seperti Grup Jaya dan Grup Metropolitan. Ia menyampaikan hal itu saat memberikan kata pengantar dalam peluncuran biografi dirinya “The Passion of My Life” di Jakarta pekan lalu.

buku-ciputra-the-passion-of-my-life_

Apa yang membuatnya bisa tetap sehat dan aktif sampai usia 86 tahun? “Lima D,” jawab Ciputra kepada pers. “Doa, dokter (yang ahli), diet (yang ketat), disiplin (hidup), dan do it (berbuat). Itu yang membuat umur panjang,” jelasnya.

Sedangkan kesuksesan bisnisnya ditopang oleh enam D. “Dream (punya mimpi), desire (punya hasrat mencapainya), the right (bersikap dan bertindak benar), discipline, determination (teguh mencapai tujuan walaupun harus menderita), dan dedication (rela berkorban untuk mencapai tujuan),” kata ayah empat anak ini.

Di luar itu Ciputra juga mengakui peran pihak lain dalam kesuksesan bisnisnya termasuk pemerintah. Salah satunya Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan ayahnya Bung Karno yang mempercayainya mengembangkan Ancol (Jakarta) sebagai pusat rekreasi melalui Grup Jaya, yang menjadi langkah awalnya menggeluti bisnis properti. “Luar biasa bisa ketemu Bung Karno waktu itu diajak (Gubernur Jakarta waktu itu) Pak Soemarno,” tukasnya.

Megawati dipujinya karena berani mengambil kebijakan yang menuntaskan penyelesaian krisis ekonomi 1998. Dengan kebijakan itu, para konglomerat yang tumbang oleh krisis besar itu termasuk Grup Ciputra bisa melakukan konsolidasi dan melajukan kembali bisnisnya. “Tanpa (kebijakan) Ibu Mega, tidak ada Ciputra Group di ruangan ini (hari ini),” tegasnya dalam acara yang dilangsungkan di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dan dihadiri banyak tokoh pemerintahan, bisnis, dan perbankan itu.

Selain itu, lanjut Ciputra, selama berbisnis ia teguh memegang integritas. Contoh manifestasinya, ia selalu berupaya melakukan serah terima rumah tepat waktu dan sesuai dengan spek yang dijanjikan.

Bila meminjam uang di bank, ia benar-benar menggunakannya untuk pengembangan proyek. “Tidak melakukan financial engineering (dengan menggunakan duit pinjaman itu untuk keperluan atau proyek lain). Kami tidak mau memeras konsumen dengan terlambat melakukan serah terima,” katanya.

Integritas itu ditularkannya kepada anak-anak dan menantu serta cucu-cucunya yang sekarang juga mulai dilibatkan dalam bisnis Ciputra Group. “Itu sudah menjadi nilai Ciputra Group. Mereka sudah mengerti itu. Mereka anak-anak yang hebat dan bisa baca buku,” ujar Ciputra.

Supaya masing-masing anak dan menantu serta anak-anak mereka fokus menjalankan bisnis yang diwariskannya, Ciputra membagi Ciputra Group dalam empat subholding sesuai jumlah anak dan menantunya (Rina-Budiarsa, Junita-Harun, Candra-Sandra, dan Cakra-Imelda).

“Saya tidak jadikan salah satu menjadi kepala (Ciputra Group), karena akan menimbulkan birokrasi (yang membuat masing-masing tidak fokus dan lincah menjalankan bisnis). Jadi, sekarang kita seolah-olah punya empat perusahaan,” urainya.

Ciputra menyatakan, total ia sudah mengembangkan 140 proyek properti di dalam dan luar negeri melalui Ciputra Group, 45 di antaranya berskala besar atau kota baru. Bila ditambah proyek properti di grup usaha lain yang juga didirikan dan pernah dipimpinnya, menjadi 330 proyek. “Kita grup usaha (properti) terbesar di Indonesia, bahkan kalau digabung dengan grup usaha yang lain itu, dua kali lebih besar,” ungkapnya.

Di tengah kesuksesan bisnisnya itu, Ciputra juga prihatin, kesenjangan sosial, kemiskinan dan korupsi masih menjadi problem besar Indonesia. Karena itu sejak sekitar 1,5 dekade terakhir ia getol menpromosikan pentingnya kewirausahaan atau entrepreneurship dalam berbagai bidang, tidak hanya bisnis, dan menggagas pelatihan kewirausahaan.

Antara lain melalui Universitas Ciputra dan universitas lain yang diasuhnya seperti Tarumanagara dan Prasetiya Mulya, serta Bank Mandiri melalui program Wirausaha Muda Mandiri. “Semua anak harus jadi entrepreneur, negara kita harus jadi negara entrepreneur. Hanya dengan cara itu kemiskinan dan kesenjangan bisa kita atasi dan orang tidak korupsi lagi,” tegas Ciputra.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me