Podomoro Park Dikembangkan Bernuansa Bandung Tempo Doeloe

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Podomoro Park (100 ha yang bisa diperluas hingga 130 ha), proyek baru PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) di kawasan Buah Batu, Bandung Selatan, Jawa Barat, tidak jauh dari gerbang tol Buah Batu di jalan tol Purbaleunyi, dikembangkan bernuansa Bandung tempo doeloe, sesuai dengan lokasinya di kawasan yang hijau dan berudara sejuk.

Podomoro Park Bandung

Podomoro Park Bandung

Agung Wirajaya, Assistant Vice President, Head of Strategic Residential Marketing Division APL, mengatakan hal itu dalam diskusi Property Outlook 2018 “Strategi Industri Properti Memanfaatkan Tumbuhnya Infrastruktur” yang diadakan APL di Jakarta, Selasa (5/12/2017). Ia berbicara bersama Yosi Hidayat Prabowo, Direktur Marketing Anugerah Sejahtera Group.

Menurut Agung, alam Bandung Selatan (di Kabupaten Bandung) tak kalah indah dengan udara sejuk, dihiasi jajaran bukit Malabar, perkebunan teh, situ-situ, pemandian air panas, tempat bersejarah, kawasan wisata, industri rakyat, sampai yang terkini, lokasi pengambilan gambar film “Pengabdi Setan”. Ismail Marzuki sampai mengabadikannya dalam lagu “Bandung Selatan di Waktu Malam”.

“Hanya, karena dulu orang Belanda lebih suka (tetirah) ke kawasan pegunungan di Bandung Utara, yang dianggap favorit Bandung Utara. Padahal, Bandung Selatan tak kalah indah dan sejuk,” katanya.

Presiden Jokowi sampai mengingatkan kembali kelebihan Bandung Selatan itu saat meresmikan jalan tol Soreang–Pasir Koja atau Soroja (10,5 km) Senin (4/12/2017). Dengan jalan tol itu waktu tempuh dari Kota Bandung ke Soreang di Bandung Selatan yang selama ini 1,5 jam, kini hanya 15 menit. “Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bandung harus memanfaatkan akses baru itu untuk meningkatkan ekonomi daerah yang indah ini,” kata Presiden.

Tol Soroja sendiri terkoneksi dengan tol Purbaleunyi yang menjadi akses utama Podomoro Park. Karena itu APL juga menyambut senang pengoperasian jalan tol itu, karena proyek jadi makin mudah dan cepat diakses dari kota Bandung.

Agung menjelaskan, APL sengaja memilih kawasan Bandung Selatan sebagai lokasi pengembangan proyek baru, karena paham dengan kelebihan daerahnya itu.

“Podomoro Park kita kembangkan sebagai hunian bernuansa Bandung tempo doeloe, karena kota Bandung makin padat dan hiruk pikuk serta makin minim ruang terbuka hijaunya,” tuturnya.

Selama ini belum ada perumahan menengah atas yang berkelas di Bandung Selatan. Adanya di Bandung Timur seperti Summarecon Bandung (400 ha) dan di Bandung Barat seperti Kota Baru Parahyangan (1.250 ha).

Ia mengakui, selama ini Bandung Selatan identik dengan banjir karena posisinya di dataran rendah. Tapi, banjir itu hanya melanda kawasan di sepanjang Sungai Citarum saat musim hujan. “Lokasi Podomoro Park sendiri jauh dari Citarum, sekitar tiga kilometer. Pemerintah juga sedang melakukan normalisasi terhadap Kali Citarum,” ungkap Agung.

Podomoro Park akan dikembangkan dalam 18 klaster hunian, masing- masing berisi 200-an rumah dua lantai aneka tipe didukung banyak fasilitas. Tahap pertama  dipasarkan tiga klaster dengan salah satunya dibeli sejumlah agen properti.  Dua klaster lain memasarkan rumah tipe 94/90 sampai 202/198 seharga Rp1,4-3 miliaran per unit. Peluncuran resmi baru dilakukan Maret 2018.

housing-estate.com