Hambatan Bisnis Properti Tahun 2018

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Menjelang akhir tahun berbagai kalangan mulai memprediksi prospek bisnis properti tahun depan berdasar pengalaman sepanjang tahun ini. Secara umum, bisnis properti tahun depan belum akan beranjak jauh dari kondisi tahun ini kendati berbagai pihak tetap menyatakan optimismenya.

pembangunan-rumah-tanah

Hasil survei Rumah.com Property Outlook 2018 misalnya, memaparkan mengenai beberapa hambatan yang bisa terjadi tahun depan. Menurut Faizal Abdullah, Acting Country Manager Rumah.com, pasar properti nasional tahun depan akan melanjutkan tren yang telah terbentuk sepanjang tahun ini.

“Dari sisi suplai perlambatan pasar properti akan terjadi pada pertengahan tahun 2018 sebagai dampak Idul Fitri dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Hal ini akan berlanjut pada pemilu legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019,” katanya melalui siaran pers yang diterima housingestate.com di Jakarta, Jumat (8/12).

Karena itu, jelas Faizal, kebijakan pemerintah khususnya pada regulasi pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti tahun 2018. Bank Indonesia (BI) 7-Day Repo Rate, program KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), paket kebijakan ekonomi, pertumbuhan ekonomi nasional, dan lainnya harus bisa dijaga stabilitas dan keberlanjutannya.

“Melihat situasinya, permintaan pasar masih akan stabil khususnya untuk properti di bawah Rp1 miliar. Khusus untuk sektor residensial juga masih akan meningkat dari sisi harga dan suplainya walaupun tidak besar. Dibutuhkan strategi yang tepat dan terus berinovasi untuk menyiasati pasar seperti ini,” katanya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me